TANJUNG REDEB – Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Berau terus mematangkan rencana pembangunan sirkuit balap yang diproyeksikan menjadi salah satu infrastruktur strategis daerah. Proyek ini tidak hanya sekadar membangun lintasan aspal, namun membawa misi besar dalam membina talenta lokal dan memberikan dampak positif bagi keamanan serta prestasi olahraga di Bumi Batiwakkal.
Kepala Dispora Berau, Amiruddin, menegaskan bahwa manfaat utama dari keberadaan sirkuit ini adalah sebagai sarana resmi untuk menyalurkan hobi pencinta otomotif. Dengan adanya fasilitas permanen, diharapkan aksi balap liar yang berisiko bagi keselamatan publik dapat ditekan secara signifikan. Lebih dari itu, sirkuit ini akan menjadi pusat pelatihan bagi atlet-atlet balap lokal agar mampu bersaing dan mengharumkan nama Berau di kancah regional maupun nasional.
Untuk memastikan manfaat tersebut tercapai secara maksimal, Dispora Berau melakukan studi banding ke berbagai daerah, termasuk ke Sirkuit Surabaya. Namun, Berau berencana membangun fasilitas yang lebih unggul dengan memperpanjang lintasan lurus hingga 800 meter. Hal ini bertujuan agar sirkuit tersebut lebih multifungsi, tidak hanya terbatas pada kendaraan roda dua, tetapi juga mampu menampung ajang balap mobil.
Pemanfaatan lahan juga menjadi nilai tambah yang strategis. Pemerintah telah menyiapkan lahan hibah seluas 12 hektare yang jauh lebih luas dibandingkan referensi sirkuit di daerah lain. Ketersediaan lahan yang memadai ini membuka peluang pengembangan kawasan menjadi kompleks olahraga terpadu di masa depan, yang berpotensi memutar roda ekonomi masyarakat di sekitar lokasi pembangunan.
Aspek keselamatan dan standar teknis tetap menjadi prioritas utama guna menjamin sirkuit ini layak menggelar kejuaraan resmi tingkat nasional. Dispora Berau berencana mengadopsi standar sistem drainase dan fitur keamanan dari pengelola Sirkuit Mandalika. Hal ini dilakukan agar fasilitas tersebut tetap nyaman digunakan dalam berbagai kondisi cuaca dan meminimalisir risiko cedera bagi para pembalap.
Saat ini, pemerintah tengah merampungkan penyusunan Detailed Engineering Design (DED) dengan melibatkan KONI serta ketua cabang olahraga terkait. Melalui desain final yang matang, pembangunan sirkuit ini diharapkan menjadi simbol kebangkitan olahraga otomotif di Kabupaten Berau sekaligus wadah lahirnya bibit-bibit pembalap profesional di masa depan. (*)
Editor : Indra Zakaria