PROKAL.CO, TANJUNG REDEB – Perum Bulog Cabang Berau memastikan ketersediaan bahan pokok masih dalam kondisi aman.
Hingga Selasa (10/2/2026), sejumlah komoditas masih tersedia dengan jumlah yang cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
Kepala Operasional Bulog Berau, Ade Anggoro, menjelaskan saat ini pihaknya memiliki stok beras medium program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) sebanyak 1.000 ton.
Beras tersebut dijual sesuai harga eceran tertinggi (HET) sebesar Rp 6.560 per kilogram.
“Kalau ada pasar murah, harganya bisa lebih murah lagi dari HET. Biasanya masyarakat memang lebih banyak membeli beras SPHP karena harganya terjangkau,” kata Ade.
Selain beras medium, Bulog Berau juga menyediakan beras premium dengan stok mencapai 44 ton. Beras premium tersebut dijual dengan HET Rp 15.800 per kilogram atau sekitar Rp 75 ribu untuk kemasan 5 kilogram.
Meski harganya lebih tinggi, permintaan beras premium tetap ada, terutama dari konsumen tertentu.
Untuk komoditas minyak goreng, Bulog Berau saat ini memiliki stok minyak goreng premium sebanyak 5.000 liter. Minyak goreng tersebut dijual dengan harga Rp 21 ribu per botol.
Dalam waktu dekat pihaknya juga akan menerima pasokan minyak goreng (migor) rakyat dengan harga yang lebih murah.
“Nanti akan datang migor rakyat, harganya tentu lebih terjangkau. Sekarang masih dalam perjalanan, tapi belum bisa dipastikan kapan sampai,” ujarnya.
Selain itu, stok gula pasir di gudang Bulog Berau tercatat sebanyak 43 ton. Bulog juga telah melakukan penyerapan jagung dari petani lokal dengan total mencapai 134 ton.
Untuk komoditas protein hewani, Bulog Berau memiliki stok daging sapi sebanyak 3 ton yang dijual dengan harga Rp 132 ribu per kilogram.
Adapun tingkat ketersediaan stok sangat bergantung pada penjualan di lapangan. Untuk daging sapi, misalnya, penjualan dalam kondisi normal berkisar antara 100 hingga 200 kilogram per bulan.
Namun, menjelang Ramadan hingga menjelang Lebaran, permintaan biasanya mengalami peningkatan.
“Yang paling banyak dibeli itu daging. Kalau sudah mendekati Ramadan, penjualannya bisa lebih dari biasanya,” jelasnya.
Dalam upaya menjaga stabilitas harga dan pasokan pangan, Bulog Berau juga akan terlibat dalam kegiatan Gerakan Pangan Murah (GPM) yang dijadwalkan pada 13–14 Februari mendatang.
Kegiatan ini bekerja sama dengan Dinas Pangan Kabupaten Berau.
“Dari instansi terkait sudah bersurat kepada kami untuk menanyakan stok pangan, dan kami juga siap menyuplai untuk kegiatan GPM,” jelasnya.
Ke depan juga akan dijadwalkan operasi pasar untuk menjaga stabilitas harga di pasar yang berkoordinasi dengan Pemkab Berau. Bulog Berau optimistis kebutuhan pangan masyarakat dapat terpenuhi serta harga tetap terkendali di pasaran.
Sementara itu, Wakil Bupati Berau, Gamalis, menyampaikan untuk menjaga stabilitas harga pada saat Ramadan, Pemkab Berau akan kembali menggelar gerakan pangan murah.
Yang juga bertujuan memperluas akses masyarakat terhadap bahan pokok.
“Gerakan pangan murah ini kami harapkan bisa membantu masyarakat, khususnya pada Ramadan nanti, agar kebutuhan pokok tetap mudah dijangkau dan harganya stabil,” ujarnya.
Ia mengingatkan, tantangan global seperti fluktuasi ekonomi, perubahan iklim, hingga kendala distribusi kerap memengaruhi harga bahan pokok. Karena itu, sinergi antara pemerintah, Bulog, pelaku usaha, hingga masyarakat sangat diperlukan untuk menjaga ketahanan pangan.
“Faktor-faktor global ini tidak bisa kita hindari, tapi bisa kita antisipasi dengan langkah-langkah konkret di daerah,” jelasnya. (aja/far)
Editor : Faroq Zamzami