PROKAL.CO, TANJUNG REDEB – Wakil Bupati (Wabup) Berau, Gamalis, menghadiri Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah yang membahas kondisi inflasi nasional maupun daerah, termasuk sejumlah komoditas yang menjadi pemicu kenaikan harga di Kabupaten Berau.
Dalam rapat tersebut, Gamalis menyampaikan bahwa secara umum kondisi inflasi masih berada pada kategori aman, baik secara nasional maupun di Kalimantan Timur (Kaltim).
Menurutnya, daya beli masyarakat hingga saat ini masih cukup baik meskipun terjadi kenaikan harga pada beberapa sektor.
Baca Juga: Pemkab Berau Pertahankan Opini WTP Sembilan Kali Berturut-turut
“Secara nasional kita ada pada posisi aman terkait inflasi,” ujarnya.
Ia menjelaskan, Kabupaten Berau juga tidak masuk dalam daerah dengan tingkat inflasi buruk. Hal itu menunjukkanpengendalian harga dan distribusi barang masih berjalancukup baik.
Gamalis menyebut, salah satu penyebab inflasi yang terus terjadi dari tahun ke tahun adalah tingginya harga tiket penerbangan.
Selain itu, beberapa komoditas perikanan juga menjadi faktor penyumbang inflasi, khususnya ikan layangdan tongkol.
Baca Juga: Bupati Berau Sri Juniarsih Mas Ajak Masyarakat Biasakan Transaksi Pakai QRIS
Menurutnya, ikan layang menjadi salah satu komoditas yang cukup memengaruhi inflasi karena daya tahannya yang rendah.
Ikan tersebut dinilai lebih cepat rusak meskipun telah disimpan di dalam cold storage. “Ikan layang ini tidak bisabertahan lama,” jelasnya.
Di sisi lain, ikan bandeng justru menjadi komoditas yang mampu menahan laju inflasi sektor perikanan. Pemerintah daerah juga terus memantau distribusi barang agar pasokantetap stabil di pasaran.
Gamalis menambahkan, distribusi barang sejauh ini masihberada pada indikator yang baik.
Baca Juga: Pemkab Berau Buka Seleksi Terbuka untuk 29 Jabatan Administrator
Namun, pengawasan tetap dilakukan untuk mengantisipasi gangguan distribusi yang dapat memicu kenaikan harga kebutuhan masyarakat. (*/adv/far)
Editor : Faroq Zamzami