BERAU – Aktivitas rutin membersihkan kapal nyaris berujung maut bagi Abdul Majid (56), warga Kampung Tabalar Muara, Kecamatan Tabalar, Kabupaten Berau. Ia mengalami luka robek serius di bagian kaki kanan setelah diterkam seekor buaya muara saat beraktivitas di tepi Sungai RT 3, Kampung Tabalar Muara.
Peristiwa menegangkan tersebut terjadi saat korban tengah membersihkan kapal yang bersandar di pinggir sungai. Tanpa disadari, seekor buaya predator tiba-tiba muncul dari dalam air dan langsung menerkam kaki kanannya. Kasi Humas Polres Berau, AKP Suradi, membenarkan insiden serangan satwa liar yang menimpa warga setempat tersebut.
"Korban berusaha melawan sambil berteriak meminta pertolongan warga sekitar. Beruntung, korban berhasil diselamatkan," ujar AKP Suradi saat memberikan keterangan terkait kronologi kejadian.
Usai berhasil lepas dari cengkeraman buaya, Abdul Majid segera dievakuasi warga ke Puskesmas Biatan guna mendapatkan penanganan medis darurat akibat pendarahan hebat. Hingga kini, kondisi korban dilaporkan telah sadar dan masih menjalani perawatan intensif.
Insiden ini kembali memperpanjang daftar konflik antara manusia dan buaya muara di kawasan pesisir Berau. Menyikapi situasi bahaya tersebut, Polres Berau mengimbau warga agar ekstra waspada dan segera menjauh jika melihat penampakan buaya di sekitar pemukiman.
Senada dengan kepolisian, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Berau, Hermansyah, mengingatkan bahwa ancaman serangan di kawasan perairan yang dekat dengan pemukiman warga masih sangat tinggi. Ia meminta masyarakat tidak beraktivitas seorang diri di tepi sungai.
"Kami tidak bisa melarang masyarakat beraktivitas di sungai karena sebagian mencari nafkah di sana. Yang terpenting adalah meningkatkan kewaspadaan karena taruhannya nyawa," tegas Hermansyah. (*)
Editor : Indra ZakariaSumber : prokal.co