Lagi Asyik Mancing di Sungai Agung, Pemancing Diterkam Buaya, Tak Tinggal Diam, Diserang Balik Rekannya, Begini Kondisi Korban

Redaksi • Dipublikasikan Sabtu, 1 Agustus 2026 | 10:07 WIB
EVAKUASI: Korban serangan buaya saat dievakuasi ke rumah sakit, Kamis, 30 Juli 2026. ARTA KUSUMA YUNANDA/BERAU POST
EVAKUASI: Korban serangan buaya saat dievakuasi ke rumah sakit, Kamis, 30 Juli 2026. ARTA KUSUMA YUNANDA/BERAU POST

PROKAL.CO, TANJUNG REDEB – Suasana memancing yang awalnya asyik dan menenangkan di Sungai Agung, Kampung Gunung Sari, Kecamatan Segah, Kabupaten Berau, Kamis (30/7/2026) siang, berubah mencekam. 

Seorang pemancing, Musakkar (30), nyaris kehilangan nyawa setelah diterkam seekor buaya saat sedang memancing bersama tiga rekannya.

Serangan hewan itu di depan mata rekan-rekannya itupun tak dibiarkan begitu saja.

Dua rekan korban balik menyerang buaya menggunakan parang, dan berhasil menyelamatkan Musakkar dari maut.

Baca Juga: Etomidate Masuk di Samarinda, Polisi Wanti-wanti Tren Narkotika Jenis Baru Sasar Generasi Muda

Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 13.30Wita dan hingga kini masih menjadi perbincangan masyarakat karena berlangsung begitu cepat sekaligus dramatis.

Kasi Humas, Polres Berau, AKP Suradi, menjelaskan saat itu Musakkar bersama tiga rekannya tengah memancing di tepi Sungai Agung.

Tanpa ada tanda-tanda, seekor buaya tiba-tiba muncul dari dalam air dan langsung menerkam korban.

“Korban langsung diseret ke arah sungai oleh buaya,” ungkap Suradi.

Dalam situasi kritis, Musakkar berusaha sekuat tenaga mempertahankan diri. Ia berhasil meraih batang pohon di tepian sungai sambil terus berteriak meminta pertolongan agar tidak semakin terseret ke tengah perairan.

Teriakan korban didengar oleh dua rekannya yang berada tidak jauh dari lokasi.

Tanpa memikirkan keselamatan diri, keduanya bergegas mendekati buaya dan melakukan aksi penyelamatan.

Baca Juga: Siap-Siap Ada Job Fair di Penajam, Libatkan 24 Perusahaan, Catat Tanggalnya

Berbekal parang yang mereka bawa, kedua pria tersebut berulang kali menebas bagian kepala buaya hingga akhirnya reptil predator itu melepaskan gigitannya.

“Kedua rekannya menyerang kepala buaya menggunakan parang hingga gigitan buaya terlepas. Berkat tindakan cepat itu korban berhasil diselamatkan,” jelasnya.

Setelah berhasil melepaskan diri, Musakkar segera dievakuasi ke tempat yang lebih aman sebelum dilarikan ke fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan penanganan medis.

Akibat serangan tersebut, korban mengalami luka gigitan pada bagian kaki hingga paha kiri.

Selain itu, terdapat luka gigitan di bagian punggung yang menyebabkan korban harus mendapatkan perawatan intensif.

Usai memperoleh penanganan awal, Musakkar kemudian dirujuk ke RSUD dr Abdul Rivai Tanjung Redeb guna menjalani perawatan lebih lanjut.

AKP Suradi mengungkapkan, lokasi kejadian memang dikenal sebagai kawasan yang rawan kemunculan buaya.

Bahkan, beberapa hari sebelumnya, seorang pemancing lain juga menjadi korban serangan buaya di sungai yang sama.

“Korban sebelumnya juga selamat, tetapi mengalami luka robek pada bagian kaki akibat gigitan buaya,” katanya.

Rentetan insiden tersebut menjadi peringatan bagi masyarakat agar lebih berhati-hati ketika beraktivitas di kawasan sungai, terutama di wilayah yang diketahui menjadi habitat alami buaya.

Baca Juga: Rahasia Karir Suami Melesat Pesat: Ini Peran Penting Istri yang Sering Disepelekan!

Polres Berau pun mengimbau warga untuk meningkatkan kewaspadaan saat memancing, mencari ikan, maupun melakukan aktivitas lainnya di sepanjang Sungai Agung dan kawasan perairan yang berpotensi menjadi tempat munculnya buaya.

“Kami mengingatkan masyarakat agar selalu waspada dan menghindari aktivitas di lokasi yang diketahui menjadi habitat buaya, terutama jika dilakukan seorang diri atau di waktu yang berisiko,” katanya. (aky/far)

Editor : Faroq Zamzami
pemancing berau serangan buaya