SAMBALIUNG – Manfaat Bakti Sosial Operasi Katarak Gratis yang digelar PT Berau Coal (BC) bersama Yayasan Buddha Tzu Chi benar-benar dirasakan masyarakat. Salah satunya wanita lanjut usia (lansia) Giyem.
Selama ini, wanita yang tinggal di Kampung Bangun itu memiliki penglihatan yang sedikit memburuk. Sebelum mendapatkan operasi katarak gratis, semua hal yang dilihatnya hanya bayangan hitam dan putih.
Akibat penglihatannya yang kurang baik, tak jarang kecelakaan ringan kerap dialaminya, lantaran penglihatannya yang kurang bagus.
“Yang saya lihat kan putih, saya kira jalan ternyata bukan. Saya jatuh ke kubangan air. Basah baju,” kata Giyem sambil tertawa.
Di usia senjanya itu, penglihatan adalah harta berharga. Namun karena kedua matanya menderita katarak, membuat penglihatannya memburuk.
Namun, saat ini Giyem merasa jauh lebih setelah operasi katarak gratis yang membantu sebelah matanya bisa melihat dunia lebih terang.
“Nah kalau yang ini, jelas. Warnanya hijau rumah yang itu,” ucapnya sembari menutup sebelah matanya yang belum dioperasi.
Giyem mengaku sudah setahun lebih merasakan kondisi aneh pada penglihatannya. Namun, sebulan terakhir ternyata masa kritisnya. Ia tak bisa melihat apa-apa lagi.
Namun, beberapa waktu lalu ia mendapat informasi dari tetangganya perihal Bakti Sosial Operasi Katarak Gratis. Lantas dirinya didaftarkan oleh sang tetangga agar bisa menerima operasi katarak gratis itu.
Saat ini, Giyem sudah bisa melihat dengan jelas. Berkat Bakti Sosial Operasi Katarak Gratis yang digelar PT Berau Coal bersama Yayasan Buddha Tzu Chi.
“Saya sangat berterima kasih, semoga Allah yang bisa membalas kebaikannya,” ucapnya.
Manager Community Development PT Berau Coal, Muhammad Sulaiman menjelaskan, Bakti Sosial Operasi Katarak Gratis yang digelar pihaknya dengan berkolaborasi bersama Yayasan Buddha Tzu Chi, Dinkes Berau, dan RSUD Abdul Rivai merupakan wujud keseriusan perusahaan dalam memberikan manfaat bagi masyarakat di Kabupaten Berau dan Provinsi Kalimantan timur.
“PT Berau Coal turut berperan aktif dalam mendukung program pemerintah untuk membantu mengurangi angka katarak di Berau dan Kaltim secara umum,” ujar Sulaiman.
Ia kemudian mengungkapkan kegembiraannya, karena program bakti sosial ini mendapat perhatian banyak pihak, dan memberikan dampak langsung terutama bagi warga yang membutuhkan.
“Tidak menutup kemungkinan program sosial ini akan digelar kembali secara berkelanjutan untuk mengurangi angka penyakit mata di Benua Etam. Namun, sebelum itu perlu untuk meninjau kembali dampak dari program ini,” pungkasnya. (*sen/adv/arp)
Editor : uki-Berau Post