Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Pengusaha Pariwisata Kaltim Menanti “Magic” Sandiaga

izak-Indra Zakaria • 2020-12-25 13:56:28
Sandiaga Uno saat pelantikan.
Sandiaga Uno saat pelantikan.

Dipilihnya Sandiaga Uno sebagai Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif menggantikan Wishnutama Kusubandio diharapkan memberi dampak besar bagi Kaltim. Selain akan menjadi ibu kota negara baru, Bumi Etam memiliki beragam destinasi wisata unggulan yang layak untuk dijual ke wisatawan.

BALIKPAPAN- Pengusaha pariwisata di Kaltim berharap menteri pariwisata baru bisa mengambil kebijakan yang sesuai dengan kebutuhan dunia usaha. Sebab, insentif yang diberikan ke sektor ini selama pandemi corona dinilai masih kurang. Padahal sektor ini terdampak paling dalam.

"Kita berharap menteri baru mau membuka ruang diskusi dengan seluruh stakeholders, khususnya di bidang pariwisata," harap Sekretaris Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Association of the Indonesia Tours & Travel Agencies (Asita) Kaltim I Gusti Bagus Putra, (23/12). Menurutnya, ruang diskusi diperlukan untuk mengetahui perkembangan industri pariwisata saat ini.

Masukan yang diberikan pelaku usaha nantinya dapat menjadi pijakan untuk mengambil kebijakan yang tepat untuk memulihkan sektor pariwisata. “Selama pandemi virus corona sektor pariwisata paling banyak tertekan. Sampai sekarang belum ada kesempatan bagi sektor ini untuk bangkit. Tapi yang paling penting adalah menyatukan pelaku usaha dengan program yang akan diambil," terangnya.

Menurutnya, saat ini tidak perlu hadir kebijakan baru yang tidak diperlukan. Sebab, sekarang bukan dalam kondisi normal sehingga kebijakan yang dibuat dalam rangka penyelamatan. "Ini bukan dalam tahap berkreasi, tapi dalam rangka penyelamatan. Jadi, harus ditanya dulu sejauh mana kondisinya," tegasnya.

Menurutnya, kebijakan langsung belum ada yang dirasa ke sektor pariwisata. Padahal menjadi yang berdampak, tapi bantuan masih belum sampai daerah. “Kesannya hanya terlihat wait and see saja. Dan lagi, kebijakan pemerintah ini berubah-ubah. Membuat pusing pelaku pariwisata,” tuturnya.

Sebagai contoh kecil, penerapan rapid antigen yang mendadak. Jika dirasa masih berbahaya lebih baik sejak awal dibuat sangat ketat. “Kalau kami dari pelaku pariwisata pasti akan mengikuti dan berusaha menyosialisasikan berlibur sesuai protokol Covid-19,” katanya. Selain itu, ia berharap Kaltim bisa masuk salah satu destinasi yang dikembangkan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Mengingat banyaknya potensi pariwisata yang bisa dikembangkan. Salah satunya Kepulauan Derawan.

Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Balikpapan Sahmal Ruhip juga berharap kebijakan dari pusat nanti bisa terlaksana hingga daerah. Bantuan untuk perhotelan sejauh ini belum merata.

“Kami harap menteri yang baru bisa menempatkan pariwisata sesuai porsinya. Sosok baru menjadi harapan dan tantangan baru bagi sektor pariwisata ke depan. Utamanya dalam mengembalikan sektor pariwisata yang tengah mengalami tekanan,” katanya.

Ia memandang pengusaha milenial tersebut memiliki segudang pengalaman dan kemampuan dalam memimpin. Hanya saja, masih membutuhkan pembuktian untuk ke depannya. "Sandy masih lumayan. Perlu pembuktian. Sebelumnya, Wisnutama juga sudah cukup bagus. Hanya saja mungkin Presiden melihat perlu sosok yang kuat di tengah pandemi ini," kata dia. (aji/ndu/k15)

Editor : izak-Indra Zakaria
#Ekonomi Kaltim #UMKM Usaha Kecil