Tahun ini kinerja investasi Kaltim diyakini mampu kembali ke jalur positif dan tumbuh tinggi seiring terkendalinya Covid-19. Ditambah mulai dikerjakannya proyek-proyek pembangunan IKN Nusantara.
SAMARINDA–Perbaikan kinerja investasi di Bumi Etam sejatinya telah dirasakan sejak tahun lalu. Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltim mencatat laju pertumbuhan komponen investasi pada 2021 mengalami peningkatan sebesar 8,03 persen (year on year/yoy), lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya yang mengalami kontraksi sebesar 1,54 persen (yoy).
Tren apik ini semakin meningkatkan optimisme industri dan dunia usaha untuk melakukan investasi tahun ini. Penanganan Covid-19 yang lebih terkendali dan telah gencarnya pemberian vaksinasi kepada masyarakat jadi sumber utama optimisme industri dan dunia usaha untuk melakukan investasi. Ini terkonfirmasi dengan membaiknya kinerja lapangan usaha utama dan lebih baiknya prospek perekonomian ke depan.
Selain itu, berlanjutnya proyek-proyek strategis multi years contract (MYC) juga berkontribusi positif terhadap kinerja investasi. Lebih lanjut, adanya momentum pemindahan ibu kota negara (IKN) ke Kaltim juga turut menstimulus kinerja investasi untuk tumbuh lebih tinggi.
Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kaltim Dayang Donna Faroek mengatakan, pada 2021, ekonomi Kaltim sudah berjalan di jalur positif seiring konsumsi masyarakat yang juga semakin baik. Meningkatnya kegiatan ekonomi pada 2021 membuat kinerja investasi bisa baik. Kinerja investasi menandakan semakin baik optimisme industri dan dunia usaha, sehingga pelaku usaha berani berinvestasi.
“Namun kita tetap berharap membaiknya iklim industri dan dunia usaha ini menimbulkan investasi yang berasal dari industri hilir, terutama untuk komoditas ekspor yang selama ini minim nilai tambah, seperti batu bara dan crude palm oil (CPO),” tuturnya Jumat (11/3).
Apalagi dengan adanya pembangunan IKN, tentunya optimisme dunia usaha Kaltim kembali bergairah. Pemerataan ekonomi pasti terjadi. Diperlukan juga peran pelaku usaha untuk mendukung itu, apalagi di daerah dari sektor perdagangan dan jasa.
Sebagai pelaku usaha di daerah berharap pemindahan IKN tidak diundur-undur lagi. Agar dampaknya bisa cepat dirasakan masyarakat. Dengan infrastruktur yang baik dan jumlah masyarakat yang terdongkrak, diharapkan struktur ekonomi Kaltim sudah tidak didominasi pertambangan.
Optimisme baru, bahwa sektor-sektor lain akan bermunculan. Utamanya perdagangan dan jasa akan tumbuh dengan baik. Setelah hal itu terjadi, harapannya batu bara tidak akan dilupakan, tapi dibiarkan tetap tumbuh tapi dengan sektor lain yang juga tumbuh lebih pesat.
“Dengan demikian, ekonomi Kaltim tidak hanya didominasi pada satu sektor tapi akan bersumber dari sektor-sektor baru. Sehingga pertumbuhan ekonomi Bumi Etam memiliki diversifikasi sektor, dan akan tumbuh dengan lebih stabil,” pungkasnya. (ndu/k8)
Catur Maiyulinda
@caturmaiyulinda
Editor : izak-Indra Zakaria