Untuk mengakselerasi pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) naik kelas, Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) bekerja sama dengan Kementerian Koperasi dan Usaha Mikro Kecil (UKM), serta Grab meluncurkan program Kota Masa Depan: Berani Digital di Balikpapan, Senin (6/11).
ULIL MUAWANAH, Balikpapan
Yin.khazan@gmail.com
PROGRAM ini sekaligus bentuk dukungan terhadap percepatan digitalisasi di Ibu Kota Nusantara (IKN). Diluncurkan langsung oleh Ketua Umum Apindo Shinta Kamdani bersama Ketua DPP Apindo Kaltim Slamet Brotosiswoyo. Kampanye Kota Masa Depan saat ini telah memasuki batch keempat yang sebelumnya telah dijalankan di berbagai kota di Indonesia sejak peluncuran pertama pada 2021.
“UMKM menopang lebih dari 95 persen perekonomian nasional. Kalau ekonomi tumbuh, maka bisnis UMKM akan tambah besar, karena itu program ini sangat penting untuk didukung," ucap Shinta Kamdani pada kegiatan yang dilakukan di Pasar Segar, Balikpapan.
Melalui digitalisasi, dia meyakini dapat meningkatkan kapasitas UMKM. Yang terbukti dari para pedagang di Pasar Segar kini juga memanfaatkan berbagai platform media digital untuk mengembangkan usaha mereka. Lantas Shinta memberikan pujian atas keberhasilan sejumlah pedagang tersebut yang berhasil meningkatkan omzet mereka setelah memanfaatkan digital.
“Kalau mau maju kita tak boleh gaptek (gagap teknologi) tentang dunia digital. Karena dengan digital, akses pasar yang jauh lebih besar yang belum terbayangkan sebelumnya,” tuturnya.
Ia juga menyampaikan, alasan Balikpapan terpilih sebagai tuan rumah Program Kota Masa Depan, yakni sebagai respons atas keberadaan IKN. Kota Minyak adalah beranda sekaligus pintu utama Benua Etam, sehingga banyak disorot. Melalui program ini, pihaknya berupaya menciptakan lapangan usaha yang kondusif, kompetitif, dan keberlanjutan.
Termasuk menumbuhkan UMKM baru di Balikpapan dan sekitarnya. “Penciptaan lapangan kerja tak cukup hanya dari industri. UMKM punya peran sangat besar dalam penyerapan tenaga kerja. Karena itu, Apindo punya program pengembangan UMKM. Beberapa di antaranya UMKM Merdeka,” sebut Shinta.
Dijelaskan pula, melalui UMKM Merdeka, Apindo memberikan pelatihan tentang marketing, akuntansi, dan lain sebagainya. Termasuk program pendampingan dan pelatihan akses pasar, agar pedagang/pelaku UMKM tersebut bisa masuk ke pasar ekspor, dan bisa go global.
Ditambahkan Slamet, program Kota Masa Depan: Berani Digital di Balikpapan perlu mendapat dukungan dari pemerintah kota maupun seluruh pihak. Karena hanya dengan kolaborasi ia percaya, UMKM dapat terus tumbuh sehat.
"Dengan kolaborasi ini diharapkan UMKM tak lagi alergi dengan perkembangan teknologi dan informasi. Sebaliknya, UMKM mampu berkibar lebih tinggi dengan memanfaatkan pasar digital yang nirbatas," tegasnya.
Pada kesempatan itu, Country Managing Director of Grab Indonesia Neneng Goenadi menyebut, program ini menjadi salah satu upaya Grab memberikan layanan, serta pendampingan yang konsisten kepada UMKM yang membutuhkan bantuan dalam pengembangan ekosistem bisnis dan peningkatan jiwa kewirausahaan.
“Grab berkomitmen mendorong pengembangan digitalisasi UMKM di Indonesia, untuk mencapai 30 juta UMKM terdigitalisasi di tahun 2024, sekaligus membantu UMKM dalam meningkatkan adaptasi penggunaan digital untuk meningkatkan peluang usaha,” ungkapnya.
Neneng menjelaskan, Grab mendukung UMKM secara konkrit melalui program-program Grab di berbagai kota tier 2 dan 3, serta mengimplementasikan kerja sama dengan mitra bisnis dan pemerintah untuk digitalisasi dan peningkatan kualitas UMKM secara berkelanjutan. “Karena masa kita ada di kota-kota kecil, maka kami mendukung potensi kota-kota kecil dalam pembangunan ekonomi Indonesia,” tutupnya. (ndu/k8)
Editor : izak-Indra Zakaria