Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Ukir Sejarah, Kopi Liberika Kayong Utara Bersertifikat Indikasi Geografis se-Kalimantan

Indra Zakaria • 2024-01-26 14:06:04
Kopi Liberika Kayong Utara secara resmi terima sertifikat Indikasi Geografis kopi pertama di se Kalimantan, Selasa  (23/1)
Kopi Liberika Kayong Utara secara resmi terima sertifikat Indikasi Geografis kopi pertama di se Kalimantan, Selasa (23/1)

 

Kopi Liberika Kayong Utara secara resmi terima sertifikat Indikasi Geografis kopi pertama di se Kalimantan, Selasa  (23/1). Hal ini menjadi sejarah diserahkan pada acara Promosi dan Diseminasi Kekayaan Intelektual dan Rakor Pelayanan Hukum dan Ham di Hotel Mercure Pontianak, diselenggarakan Kementrian Hukum dan Hak Asasi Manusia RI, Kantor Wilayah Kalimantan Barat.

 

DANANG PRASETYO, KAYONG UTARA

 

PEJABAT (Pj) Gubernur Kalbar Harisson yang turut hadir dalam penyerahan IG tersebut sangat mengapresiasi atas perkembangan kopi liberika yang tumbuh di Desa Podorukun, Kecamatan Seponti, Kabupaten Kayong Utara.

Menurut orang nomor satu di Kalbar ini, dengan adanya kegiatan ini dapat mendukung Indikasi Geografis , agar dapat lebih memiliki nilai ekonomi. "Sertifikat Indikasi Geografis Kopi Liberika Kayong Utara diserakan kepada MPIG Kayong Utara.

Tahun 2024 sudah ditetapkan tahun indikasi geografis untuk itu Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat, bekerjasama dengan Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Ham Kalbar," terangnya.

Selanjutnya Pj Bupati Kayong Utara Romi Wijaya turut hadir merasa bangga. Jika kopi liberika Kayong Utara telah menerima sertifikat Indikasi Geografis (IG).

"Ini menjadi momen berharga untuk meningkatkan upaya kita membranding kopi Liberika Kayong Utara ini.

Karena ini merupakan prodak unggulan yang harus kita manfaatkan, dan bisa memaksimalkan berkontribusi terhadap perekonomian di Kayong Utara,"terang Romi saat diwawancarai.

Menurut dia, saat ini kopi liberika Kayong Utara terus mencukupi kebutuhan konsumen. Diantaranya kebutuhan kopi di luar daerah, pemerintah terus berupaya guna memperbanyak persediaan kopi.

"Mungkin saja namun untuk saat ini kita harus lihat kondisi saat ini ada gap yang besar antara supply and demand.

Untuk itu kita sebagai tuan rumah harus mengalah, kalau memang nantinya supply sudah mencukupi semua.

Tentunya ini bukan menjadi hal yang tidak mugkin malah sudah keharusan. Kalau sekarang kita lebih mengedepankan kebutuhan dari luar, saya harap demikian," terangnya. Romi berpesan, keberhasilan Kopi Liberika Kayong Utara memperoleh sertifikat Indikasi Geografis dapat menjadi contoh bagi UMKM lainnya, dan ini menjadi praktik terbaik yang telah dilalui.

"Jelaskan proses pencatatan ini intelektual, baik individualnya penting supaya ada kepastian hukum terhadap inovasi gagasan prodak unggulan. Memang seharusnya ini  Best Practice ( Praktik Terbaik) bisa diadaptasi oleh teman-teman UMKM Kayong nantinya," tandasnya. 

Ditemui di lokasi yang sama, Ketua Masyarakat Peduli Indikasi Geografis (MPIG )  Kopi Liberika Kayong Utara Feri Pornomo sangat bersyukur apa yang diperjuangkan selama ini secara bersama telah diterima.

"Saya bersyukur akhirnya apa yang diperjuangkan selama ini untuk sertifikat Indikasi Geografis Kopi Liberika Kayong Utara telah diserahkan kepada pengurus MPIG Kopi Liberika Kayong Utara," ungkapnya.

Setelah menerima sertifikat ini, pihaknya akan berupaya terus mengembangkan dan bekerjasama dengan kelompok tani lainnya. Sehingga dapat lebih meningkatkan perekonomian masyarakat.

"Ke depan kami kerjasama dengan UMKM dan kelompok tani lainnya untuk pengembangan kopi liberika yang ada di desa kami (Desa Podorukun)," katanya.

Dalam hal ini ia menyampaikan terimakasih kepada Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat, Kabupaten Kayong Utara, Bank Indonesia dan Kojal Coffee Plantation yang telah mendampingi dan menginisiasi perlindungan Indikasi Geografis kopi liberika Kayong Utara di Desa Podorukun sejak tahun 2017.

"Kami sampaikan terimakasih kepada semua pihak yang telah mendukung. Semoga kedepan dapat lebih baik lagi," doanya. (*)

Editor : Indra Zakaria
#kalbar