Advertorial Balikpapan Bisnis Bola Daerah Bola Dunia Hiburan Hoax IKN Internasional Kesehatan Kriminal Lifestyle Nasional Pemerintahan Politik Pro Kalimantan Prokal Balikpapan Prokal Berau Prokal Kaltara Prokal Kaltim Prokal News Ramadan Samarinda Sport Teknologi

Ada IKN dan Banyak Even, Waspadai Lonjakan Harga Kamar Hotel

Raden Roro Mira Budi Asih • 2024-05-17 14:00:00

ilustrasi kamar hotel
ilustrasi kamar hotel
 

Prokal.co - Ibarat kata pepatah ada gula ada semut, kehadiran Ibu Kota Nusantara (IKN) dan berbagai event nasional menggeliatkan bisnis perhotelan di Kaltim.

Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kaltim Sahmal Ruhip mengatakan, kehadiran IKN membuat pengembang properti di bidang hotel banyak yang melirik Kaltim.

Sehingga, wajar hadir beberapa hotel baru bahkan rebranding atau relaunch.

Apalagi, saat ini tamu ribuan orang di depan mata. Seiring rencana upacara 17 Agustus di IKN dan MTQ Nasional.

Dia memperkirakan akan ada lebih dari 2 ribu tamu tak terduga hadir saat Agustus mendatang. Direncanakan upacara 17 Agustus di IKN mengundang 6.800 tamu.

Belum lagi MTQ yang tamunya akan lebih banyak, perwakilan seluruh provinsi. 

“Kalau yang datang 5 sampai 6 ribu orang, ya kamar yang harus disiapkan lebih dari itu. Cuma yang jadi masalah, pemerintahan ini kadang punya standar.

Misal, jabatan tertentu minimal ada rate bintang tertentu juga, misal harus bintang empat. Tapi, kan kondisinya di daerah belum seperti itu,” ungkap Sahmal, Rabu (15/5).

Oleh sebab itu, pada beberapa kesempatan terkait dia sering menyampaikan agar bisa memaksimalkan seluruh penginapan. Apalagi, momen 17 Agustus dan MTQ Nasional bisa dibilang bersifat urgent

“Bisa diantisipasi dengan guest house atau home stay, jadi benar-benar dimaksimalkan. Permintaan tinggi, sedangkan ketersediaan kamar hotel berbintang kita tahu sendiri.

Kita juga serahkan kepada pasar, tidak bisa intervensi hotel. Mendekati hari H, asrama haji itu juga bisa dimaksimalkan,” ungkapnya.

Layaknya hukum ekonomi, yakni penawaran dan permintaan. Akan ada perubahan harga ketika permintaan semakin tinggi.

“Misal hotel rate standar Rp 600 ribu jadi Rp 900 ribu, naik 50 persen itu bisa saja terjadi. Dan itu wajar,” sambung Sahmal.

Dia juga khawatir, jika persoalan penginapan dibebankan ke pemerintah daerah. Pihaknya dalam hal ini PHRI, hanya bisa membantu menjembatani ke perhotelan.

Namun sekali lagi ditegaskan, tidak bisa intervensi penuh. Sebab, hotel juga memiliki aturan internal.

Okupansi dipastikan melonjak signifikan. Minat orang ke IKN terus meningkat. Apalagi tamu di luar undangan juga pasti akan berdatangan.

“Intervensi pemerintah enggak bisa 100 persen minta gunakan seluruh kamar. Misal di hotel A minta 200 kamar. Hotel sudah punya pasar sendiri, ada customer khususnya.

Paling tidak hanya 70 persen, sebab sisanya itu untuk kepentingan internal hotel,” paparnya.

Kuncinya adalah optimalkan seluruh kamar yang tersedia. Tanpa memandang klasifikasi bintang. “Yang penting bisa terakomodasi semua.

Perkiraan saya untuk HUT RI nanti paling tidak dua malam para tamu itu stay, apalagi di Balikpapan. Upacara pagi dan sore penurunan bendera. Jadi, memang harus siap semua,” bebernya.

Selain itu, tentunya dari segi pelayanan juga mesti ditingkatkan. Agar meninggalkan kesan baik bagi tamu yang hadir. Perlahan, fasilitas juga dilengkapi. Dia optimistis geliat perhotelan di Kaltim akan semakin naik. (ndu/k15)

Editor : Indra Zakaria