Selain itu, objek wisata alam yang diresmikan pada 14 Maret 1998 ini juga menawarkan pengalaman menantang adrenalin. Yaitu dengan menaiki canopy bridge pertama di Indonesia yang memiliki tinggi 30 meter dan anjang 64 meter.
Rute Menuju Lokasi
Bukit Bangkirai terletak di jalan trans Kalimantan Balikpapan menuju Samarinda, tepatnya di Jalan Raya Soekarno-Hatta, Kilometer 38, Kecamatan Samboja, Kabupaten Kutai Kertanegara.
Dari Kilometer 38 ini, terdapat persimpangan yang merupakan jalan utama menuju Ibu Kota Negara (IKN). Seterusnya, ikuti panduan yang terpasang di tepi jalan hingga menemukan gapura bertulisan Kawasan Wisata Alam Bukit Bangkirai.
Dengan jarak dari pusat Kota Balikpapan sejauh 60 km, butuh waktu setidaknya 1,5 jam untuk sampai ke lokasi Bukit Bangkirai. Sedangkan dari Kota Samarinda, kawasan ini berjarak sekitar 150 km. Dan hanya 20 km jika dari Kecamatan Samboja.
Tidak tersedia angkutan umum untuk menuju objek wisata alam ini. Perjalanan hanya dapat ditempuh melalui jalur darat menggunakan kendaraan pribadi roda dua, roda empat, atau bus.
Jam Operasional dan Harga Tiket
Bukit Bangkirai dibuka setiap hari dari pukul 09.00 hingga 16.00 Wita. Dengan harga tiket masuk pengunjung dewasa Rp 2.000, anak-anak Rp 1.000. Tarif kendaraan roda dua Rp 2.000, roda empat Rp 5.000, dan bus Rp 10.000.
Sementara itu, jika ingin menjajal melintasi canopy bridge atau jembatan tajuk, Anda perlu membeli tiket dengan harga 15.000 untuk turis domestik dan Rp 30.000 untuk turis mancanegara.
Canopy Bridge
Salah satu ikon dari Bukit Bangkirai adalah canopy bridge atau jembatan tajuk. Pasalnya, jembatan ini merupakan yang pertama di Indonesia. Bahkan, yang kedua di Asia dan kedelapan di dunia.
Konstruksi jembatan yang dibuat di Amerika Serikat ini terdiri dari kayu dan baja tahan karat yang diperkirakan mampu bertahan selama 15-20 tahun. Di bagian dasar jembatan terpasang 139 papan dari kayu ulin dan di kiri-kanannya berdinding jala tali nilon.
Ketinggian jembatan sekitar 30 meter dengan panjang 64 meter menghubungkan 5 pohon Bangkirai yang masing-masing jarak antar-pohonnya sekitar 10 hingga 15 meter. Di puncak tangga, disediakan menara untuk menikmati pemandangan hutan bangkirai dari ketinggian.
Untuk menuju jembatan tajuk, pengelola menyediakan tujuh trek dengan tingkat kesulitan beragam dan kondisi berupa jalan setapak yang alami. Dari yang ringan dan pendek (hanya 150 meter atau 300 meter) hingga yang sulit dan panjang (mencapai hitungan kilometer).
Sedangkan untuk menaiki canopy bridge, diberlakukan standar keamanan. Yaitu, pengunjung hanya diperkenankan naik jika didampingi pemandu dari pihak pengelola. Kemudian, jembatan akan ditutup jika kecepatan angin melebihi 30 mil/jam atau gangguan cuaca.
Lalu, pengunjung harus memiliki tinggi badan minimal 1 meter dan tidak diperkenankan menggunakan sepatu hak tinggi atau sandal. Jembatan tajuk ini juga tidak boleh dilewati oleh banyak pengunjung sekaligus.
Flora
Di kawasan ini, Anda juga dapat melihat berbagai macam kekayaan flora khas hutan hujan tropis. Antara lain, terdapat setidaknya 45 jenis anggrek yang tumbuh alami.
Seperti, anggrek hitam (Coelegyne pandurata), anggrek harimau (Grammatophyllum speciousum), anggrek sisik naga (Cymbidium antropurpureum), dan anggrek joget (Bromheadia fynlaysoniana). Juga, pohon buah-buahan di kebun seluas 4 hektare.
Namun, yang paling mendominasi adalah pohon bangkirai. Karena itu, pohon ini menjadi maskot utama di Kawasan Wisata Bukit Bangkirai. Rata-rata usia pohon bernama ilmiah Shorea laevis ini lebih dari 150 tahun. Dengan perkiraan tinggi 40 hingga 50 meter dan diameter 2,3 meter.
Selain pohon bangkirai, ditemukan juga beberapa jenis pohon kayu lain, seperti keruing (Dipterocarpus spp.), meranti merah (Shorea smithiana), kempas merah (Koompassia malaccensis), dan ulin (Eusideroxylon swageri).
Fauna
Selama di kawasan Bukit Bangkirai, Anda akan menemukan beragam jenis satwa unik. Di antaranya, monyet ekor panjang atau Macaca fascicularisi, babi hutan atau Susvittatus, owa-owa atau Hylobates muelleri.
Kemudian, beruk atau Macaca nemestrina, lutung merah atau Presbytus rubicunda, bajing terbang atau Squiler, rusa sambar atau Corvus unicolor, ular piton, kancil, hingga beberapa jenis semut hutan.
Selain itu, terdapat juga setidaknya 113 jenis burung. Seperti pelatuk merah, elang hitam, tepekong rangkong, punai, raja udang, burung surga, srigunting, dan elang bondol.
Fasilitas Penginapan
Jika ingin menikmati suasana dengan waktu yang lebih panjang, pengelola juga menyediakan cottage yang berada di gerbang masuk Kawasan Wisata Bukti Bangkirai.
Dalam fasilitas penginapan ini terdapat dua kamar berkapasitas delapan orang dengan harga sekitar Rp 450.000 per malam dan satu kamar berkapasitas enam orang kisaran harga Rp 350.000 per malam.
Cottage juga dilengkapi dengan rumah khas Dayak atau biasa disebut lamin untuk pertemuan, camping ground, restoran, kolam renang, dan musala. (*)