Dengan luas sekitar 2.300 hektare, hutan mangrove ini menawarkan keindahan alam yang dapat dinikmati sambil berjalan kaki atau menggunakan perahu.
"Masyarakat sekitar juga telah mengembangkan produk olahan dari buah mangrove, seperti sirup, dodol, dan bedak dingin," ungkap Ririn.
Objek wisata selanjutnya, Gua Tapak Raja yang berjarak sekitar 30 kilometer dari Titik Nol IKN, merupakan agrowisata yang menyuguhkan keindahan gua yang dikelilingi pepohonan asri.
"Saat ini, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) tengah membangun jalan menuju Gua Tapak Raja untuk memudahkan akses bagi wisatawan," tutur Ririn. Kemudian, Bukit Bangkirai dengan luas lebih dari 100 hektare, merupakan hutan tropis yang menjadi habitat bagi beberapa hewan yang dilindungi.
Pengunjung, tutur Ririn, dapat berjalan di jembatan dengan ketinggian hampir 50 meter dari permukaan tanah sambil menikmati pemandangan alam yang indah.
Lanjut Ririn, Gunung Parung yaitu puncak tertinggi di IKN dengan ketinggian sekitar 1.200 meter di atas permukaan laut, menawarkan pemandangan menarik. Dari puncak gunung, pengunjung dapat menikmati panorama hutan hijau, sungai, danau, hingga Teluk Balikpapan.
Ia meneruskan, wisata sekitar IKN lainnya ialah Air Terjun Tembinus, dengan ketinggian 25-30 meter, menjadi destinasi yang cocok bagi wisatawan yang menyukai tantangan.
"Air terjun ini menawarkan keindahan alam yang masih alami dengan kolam yang dikelilingi oleh bebatuan besar," ucap Ririn. Dia berharap dengan dipromosikannya kelima destinasi wisata ini, dapat menarik minat wisatawan luar daerah yang bertandang ke Kaltim.
"Kami terus berupaya meningkatkan fasilitas dan infrastruktur di destinasi wisata sekitar IKN berkolaborasi dengan para pemangku kepentingan agar semakin menarik bagi wisatawan," demikian Ririn.(ant/vie)