Advertorial Balikpapan Bisnis Bola Daerah Bola Dunia Hiburan Hoax IKN Internasional Kesehatan Kriminal Lifestyle Nasional Pemerintahan Politik Pro Kalimantan Prokal Balikpapan Prokal Berau Prokal Kaltara Prokal Kaltim Prokal News Ramadan Samarinda Sport Teknologi

Gejolak Ekonomi Global Tak Goyahkan BRI, Manajemen Risiko Bikin NPL Turun Jadi 2,97%

Rahman Hakim • 2025-05-14 12:14:22
Photo
Photo

PROKAL.CO, Di tengah ketidakpastian ekonomi global yang dipicu oleh eskalasi geopolitik dan perang tarif internasional, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BRI) tetap menunjukkan komitmennya dalam menjaga kualitas aset dan pembiayaan, terutama di sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang menjadi fokus utama bisnis perusahaan.

Direktur Manajemen Risiko BRI, Mucharom, menjelaskan bahwa BRI terus mengedepankan strategi pertumbuhan yang selektif untuk mempertahankan kualitas kredit secara berkelanjutan, meskipun konsumsi domestik mengalami tekanan.

Hingga Maret 2025, BRI mencatatkan penyaluran kredit ke segmen UMKM sebesar Rp1.126,02 triliun, atau setara 81,97% dari total portofolio kredit perusahaan.

Penurunan Risiko Kredit Menjadi Indikator Keberhasilan Strategi

Strategi kehati-hatian yang diterapkan BRI membuahkan hasil positif, tercermin dari menurunnya rasio Non-Performing Loan (NPL) dari 3,11% pada akhir kuartal I 2024 menjadi 2,97% di kuartal I 2025. Perbaikan juga terjadi pada rasio Loan at Risk (LAR), yang turun dari 12,68% menjadi 11,12% pada periode yang sama.

“Kami terus memperkuat fungsi monitoring dan sistem peringatan dini (early warning system) agar bisa mendeteksi potensi risiko sejak awal serta memahami kondisi finansial nasabah secara lebih akurat,” ungkap Mucharom dalam konferensi pers paparan kinerja keuangan kuartal I 2025 yang digelar pada Rabu (30/4/2025).

Penguatan Infrastruktur dan Sistem Deteksi Risiko

Untuk menjaga kinerja pembiayaan tetap prima, BRI juga meningkatkan kapabilitas sumber daya manusia serta meninjau ulang infrastruktur penunjang, terutama di lini bisnis utama.

Upaya ini dilakukan guna memastikan kesiapan tim dalam menghadapi dinamika risiko kredit di sektor UMKM.

Selain sistem peringatan dini, BRI juga mengembangkan sistem deteksi penipuan (fraud detecting system) guna mengidentifikasi potensi anomali secara proaktif.

Perusahaan juga tengah meninjau ulang seluruh proses bisnis sebagai bagian dari penguatan manajemen risiko yang lebih menyeluruh.

“Kami meninjau kembali seluruh sistem dan perangkat yang ada, termasuk credit scoring dan credit rating, untuk membuat penilaian risiko yang lebih terperinci berdasarkan sektor ekonomi dan wilayah. Ini penting agar kami bisa membaca risiko secara lebih akurat,” tambah Mucharom.

Laba Bersih dan Aset Tetap Tumbuh di Tengah Tantangan Global

Meski ekonomi global masih dibayangi ketidakpastian akibat tensi geopolitik dan gangguan rantai pasok, kinerja keuangan BRI tetap menunjukkan ketahanan.

Pada kuartal I 2025, BRI Group berhasil mencatatkan laba bersih sebesar Rp13,80 triliun, serta total aset yang mencapai Rp2.098,23 triliun—mengalami pertumbuhan sebesar 5,49% secara tahunan (year-on-year).

Sebagai informasi tambahan, Mucharom resmi menjabat sebagai Direktur Manajemen Risiko BRI setelah diangkat dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada 24 Maret 2025 dan memperoleh persetujuan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Editor : Rahman Hakim
#bri #umkm #bbri #npl #kualitas kredit