BANJARMASIN – Penerbangan internasional perdana dari Bandara Syamsudin Noor ke Kuala Lumpur, Malaysia akan dilaksanakan pada 20 Oktober mendatang. Target load factor alias perbandingan jumlah penumpang dengan kapasitas pesawat masih menjadi tantangan besar.
Seperti diketahui, AirAsia sebagai maskapai yang akan menyediakan penerbangan internasional tersebut menarget minimal 80 persen load factor agar berkelanjutan.
Jika tak bisa memenuhi itu, maka bukan tak mungkin AirAsia akan menghentikan penerbangan internasionalnya dari Bandara Syamsudin Noor.
“Load factor dengan target minimal 80 persen ini harus dipenuhi. Agar usaha kita dalam memperjuangkan bandara internasional tak sia-sia. Kami optimis dengan target itu,” kata Kepala Dinas Perhubungan Kalsel, Fitri Hernadi, Rabu (9/9).
Penerbangan perdana internasional ini sebagai patokan utama agar terus berkelanjutan. Terlebih dengan semakin banyak penumpang, baik yang datang maupun berangkat, maka status bandara internasional pun tak akan lagi dihapus.
“Bahkan, akan banyak maskapai lain membuka penerbangan internasional,” yakinnya. Sebaliknya, jika tingkat load factor internasional ini tak tercapai, risikonya maskapai akan membatalkan penerbangan mereka.
“Jangan sampai ini terjadi. Target ini harus tercapai di bulan pertama,” tekannya. Maskapai AirAsia rencananya beroperasi empat kali dalam sepekan. Pada hari Senin, Selasa, Kamis dan Sabtu.
Di keberangkatan perdana nanti, dijadwalkan mulai pukul 10.15 Wita.
Lalu upaya apa yang dilakukan pemprov untuk mencapai target tersebut?
Fitri menyampaikan, selain intensnya mempromosikan daerah dan bersosialisasi kegiatan wisata daerah, pihaknya juga menggandeng pihak travel agar turut menawarkan potensi yang dimiliki Kalsel.
Baca Juga: Dukung Penerbangan Internasional Banjarmasin–Kuala Lumpur, Terminal Kedatangan Bandara Syamsudin Noor Direhab
recommended by
Brainberries
Percaya Zodiak? Kamu Wajib Baca Ini sebelum Nikahi Pasangan Mu
Pelajari Lebih
Fitri mengungkap, dari laporan yang pihaknya dapat, sampai ini load factor dari Kuala Lumpur ke Kalsel baru 45 orang.
Sementara yang ke Kuala Lumpur baru 80 orang. “Kami berharap rata-rata sekitar 120-170 orang penumpang. Masih kami tunggu pergerakannya, semoga terus tumbuh seperti di Palembang yang baru dibuka, penumpangnya selalu penuh,” tuturnya.
Seperti diketahui, status Bandara Syamsuddin Noor akhirnya kembali bercap bandara internasional setelah sebelumnya sempat dicabut pada 2 April 2024 lalu berdasarkan Keputusan Menteri Perhubungan Nomor 31 Tahun 2024 tentang Penetapan Bandar Udara Internasional.
Kembalinya status bandara internasional ini ditandai dengan keluarnya keputusan resmi dari Menteri Perhubungan pada 7 Mei 2025 lalu.
Keputusan itu dituangkan dengan surat bernomor KM 30 Tahun 2025 yang ditandatangani pada 7 Mei 2025 oleh Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi.
Dalam surat keputusan itu, Kemenhub memberikan catatan penting jika dalam waktu 24 bulan berturut-turut tidak terdapat kegiatan penerbangan luar negeri, Direktur Jenderal Perhubungan Udara akan melakukan evaluasi terhadap penetapan status internasional ini. (*)
Editor : Indra Zakaria