Advertorial Balikpapan Bisnis Bola Daerah Bola Dunia Hiburan Hoax IKN Internasional Kesehatan Kriminal Lifestyle Nasional Pemerintahan Politik Pro Kalimantan Prokal Balikpapan Prokal Berau Prokal Kaltara Prokal Kaltim Prokal News Ramadan Samarinda Sport Teknologi

Neraca Perdagangan Barang Kaltara Alami Surplus, Negara Ini Masih Jadi Pasar Ekspor Utama

Redaksi • 2025-09-10 12:45:00
PERDAGANGAN: Aktivitas bongkar muat barang di salah satu pelabuhan di Kaltara, FOTO: IWAN K/RADA TARAKAN
PERDAGANGAN: Aktivitas bongkar muat barang di salah satu pelabuhan di Kaltara, FOTO: IWAN K/RADA TARAKAN

 

TANJUNG SELOR – Badan Pusat Statistik (BPS) Kalimantan Utara (Kaltara) mencatat kinerja neraca perdagangan Kaltara periode Januari-Juli 2025 menunjukkan tren positif. Kepala BPS Kaltara, Rudi Mas’ud mengatakan, berdasarkan data yang dihimpun oleh pihaknya pada periode Januari-Juli 2025, tercatat neraca perdagangan barang provinsi ke-34 Indonesia ini mengalami surplus sebesar USD285,33 juta.

“Secara rinci, nilai ekspor sepanjang Januari-Juli 2025 tercatat USD802,36 juta. Angka ini lebih tinggi dibandingkan impor yang tercatat USD517,03 juta,” ujar Mas’ud saat dikonfirmasi, Senin (8/9/2025). Nilai ekspor Januari-Juli 2025 mengalami penurunan 49,00 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.

Penurunan ini terutama disumbang sektor hasil tambang sebesar USD513,70 juta atau turun 59,09 persen serta sektor hasil industri USD271,39 juta atau turun 9,88 persen.

Tak hanya itu, beberapa komoditas unggulan ekspor Kaltara pada Januari-Juli 2025 juga mengalami penurunan dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Ekspor batubara turun 59,09 persen menjadi USD513,70 juta, serta ekspor tembakau dan pengganti tembakau dipabrikasi turun 27,08 persen menjadi USD177,03 juta.

Namun demikian, tercatat juga adanya peningkatan nilai ekspor pada beberapa komoditas lainnya, di antaranya ekspor pulp dari kayu yang mencapai USD91,07 juta dan ekspor biji dan buah mengandung minyak yang naik 90,96 persen menjadi USD0,35 juta.

“Tiongkok, Filipina dan India menjadi tiga negara tujuan ekspor Kaltara. Share ketiga negara ini sekitar 74,65 persen dari total ekspor Kaltara pada Januari-Juli 2025,” sebutnya.

Dalam hal ini, Tiongkok tetap menjadi pasar ekspor utama Kaltara dengan nilai mencapai USD355,70 juta atau 44,49 persen, kemudian disusul Filipina USD174,96 juta atau 21,88 persen dan India sebesar USD66,19 juta atau 8,28 persen. “Ekspor ke Tiongkok didominasi oleh bahan bakar mineral, pulp dari kayu serta ikan dan krustasea. Sementara ekspor ke Filipina didominasi tembakau dan pengganti tembakau dipabrikasi,” sebutnya.

Jika dilihat dari sisi impor, nilai impor Kaltara pada Januari-Juli 2025 mencapai USD517,03 juta atau turun 14,22 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Penurunan nilai impor terutama berasal dari sektor non migas dengan nilai USD517,01 juta atau turun 14,12 persen.

“Sepanjang periode Januari-Juli 2025, Tiongkok menjadi negara utama asal impor non migas Kaltara dengan nilai USD412,27 juta (79,74 persen), kemudian diikuti Singapura USD54,73 juta (10,59 persen) dan Vietnam USD28,36 juta (5,49 persen),” pungkasnya. (iwk/har)

 

Editor : Indra Zakaria