Advertorial Balikpapan Bisnis Bola Daerah Bola Dunia Hiburan Hoax IKN Internasional Kesehatan Kriminal Lifestyle Nasional Pemerintahan Politik Pro Kalimantan Prokal Balikpapan Prokal Berau Prokal Kaltara Prokal Kaltim Prokal News Ramadan Samarinda Sport Teknologi

Amplang Balet yang Terbuat dari Walet Desa Teluk Dalam Tembus Pasar Internasional, Jadi Produk Unggulan

Elmo Satria Nugraha • 2025-09-12 14:17:10
Amplang Balet dari Desa Teluk Dalam (Istimewa)
Amplang Balet dari Desa Teluk Dalam (Istimewa)

TENGGARONG, PROKAL.CO – Desa Teluk Dalam, Kecamatan Tenggarong Seberang, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) kini tak lagi sekadar desa tenang. Inovasi warganya berhasil menembus pasar internasional lewat produk unggulan, amplang walet, yang sudah diekspor ke Singapura dan Thailand.

Berbeda dari amplang pada umumnya, camilan ini memadukan ikan dengan sarang burung wallet, sebuah komoditas yang melimpah di Teluk Dalam. Hasilnya, produk bercita rasa khas dengan nilai jual tinggi.

“Alhamdulillah, produk amplang walet kita sudah diekspor keluar negeri,” ujar Kepala Desa Teluk Dalam, Supian.

Harga per kemasan 500 mililiter dibanderol Rp25 ribu–Rp30 ribu. Dengan kemasan modern, produk ini berhasil merebut pasar tanpa meninggalkan cita rasa lokal.

Amplang sendiri merupakan salah satu oleh-oleh paling ikonik dari Kalimantan Timur. Oleh-oleh yang sering dikenal sebagai kerupuk ikan ini dibuat dari ikan laut seperti tenggiri, pipih, atau kadang haruan dan belida, Tepung tapioka atau sagu, Bumbu rempah khas.

Bahan-bahan tersebut lalu digoreng hingga renyah. Teksturnya ringan dan garing, dengan rasa gurih yang khas. Bentuknya pun bervariasi mulai dari lonjong seperti kuku macan dan bulat kecil seperti bola-bola ikan.

Keberhasilan ekspor amplang di Teluk Dalam tak lepas dari dukungan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kukar sejak 2023. Pendampingan teknis dan promosi membuat produk warga tidak hanya dikenal, tetapi juga diakui. Sampai dengan peningkatannya bersama PT MHU.

“Semua proses dibimbing langsung dinas, mereka pula yang membuka jalan ekspor,” tambah Supian.

Tak hanya UMKM, Teluk Dalam juga bergerak di sektor pertanian. Revitalisasi delapan hektare sawit di sekitar Stadion Aji Imbut tengah berjalan, meski hasilnya belum terlihat. Sejak 2020, desa ini juga dipercaya memasok beras untuk rumah sakit, memberi peluang stabil bagi petani lokal.

Supian menegaskan, semua pencapaian lahir dari semangat warga. “Yang penting masyarakat terus semangat dan mau belajar,” tegasnya. (adv/moe)

Editor : Indra Zakaria