Advertorial Balikpapan Bisnis Bola Daerah Bola Dunia Hiburan Hoax IKN Internasional Kesehatan Kriminal Lifestyle Nasional Pemerintahan Politik Pro Kalimantan Prokal Balikpapan Prokal Berau Prokal Kaltara Prokal Kaltim Prokal News Ramadan Samarinda Sport Teknologi

RDMP Balikpapan Masuk Fase Kritis Uji Coba, Potensi Pengurangan Impor LPG Mahal

Indra Zakaria • 2025-09-27 11:30:00
Kilang Pertamina Balikpapan memasuki tahap uji coba pengoperasian unit baru dalam Proyek Strategis Nasional RDMP Balikpapan
Kilang Pertamina Balikpapan memasuki tahap uji coba pengoperasian unit baru dalam Proyek Strategis Nasional RDMP Balikpapan


BALIKPAPAN  – Proyek Strategis Nasional (PSN) Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan dan Lawe-Lawe kini memasuki fase paling krusial, yakni tahap uji coba peralatan (commissioning) dan awal pengoperasian kilang (start-up). Menegaskan pentingnya proyek ini, Komisi XII Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI menggelar kunjungan kerja spesifik ke PT Kilang Pertamina Balikpapan (KPB) pada Rabu (18/9).

Dikutip dari kpi.pertamina.com, Wakil Ketua Komisi XII DPR RI, Dony Maryadi Oekon, menegaskan bahwa peran RDMP Balikpapan semakin vital bagi Indonesia, terutama karena Kalimantan Timur bertransformasi menjadi simpul energi nasional dan penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN).

Unit LPG Beroperasi, Tekan Ketergantungan Impor

Dalam kunjungannya, Dony menyoroti kemajuan signifikan yang telah dicapai, ditandai dengan beroperasinya Unit Saturated Liquefied Petroleum Gas Treater. Unit ini berfungsi membersihkan LPG hasil kilang dari zat pengotor, yang menghasilkan produk LPG lebih aman dan sesuai standar.

Dony meyakini bahwa produksi dari unit ini menjadi angin segar bagi ketahanan energi nasional. Ia menyoroti potensi proyek tersebut dalam menekan impor komoditas yang biayanya sangat tinggi.

“Ya sekarang ini kan terutama yang sudah masuk ke tangki itu adalah produk dari LPG ya, dan LPG itu kita masih majority kita impor. Jadi dengan adanya produk ini kan juga akan mengurangi impor kita yang pertama. Yang kedua harga impor kita itu tinggi sekali, mahal, jadi dengan adanya ini kebutuhan gas kita juga terbantukan,” tegas Dony.

Dony menambahkan bahwa progres proyek sangat terlihat, dan produksi penuh diharapkan segera dimulai tahun ini.

Meningkatkan Kapasitas dan Kualitas Euro V
Proyek RDMP Balikpapan dan Lawe-Lawe memiliki tiga tujuan utama yang akan memperkuat kemandirian energi nasional:

Peningkatan Kapasitas: Menggenjot kapasitas pengolahan kilang dari semula 260 ribu barel per hari (kbpd) menjadi 360 kbpd.

Peningkatan Kualitas: Menaikkan standar produk dari EURO II menjadi EURO V yang lebih ramah lingkungan.

Efisiensi Operasional: Meningkatkan kompleksitas kilang guna mendorong efisiensi dan memperluas jangkauan produk.

VP Legal & Relation PT KPB, Asep Sulaeman, menyambut baik dukungan DPR RI, menyebut kunjungan tersebut sebagai energi positif bagi seluruh pekerja. Ia menegaskan komitmen perusahaan untuk menjaga aspek keselamatan, lingkungan, dan pemberdayaan masyarakat agar proyek ini membawa manfaat yang luas bagi daerah. (*)

Editor : Indra Zakaria