MARTAPURA - Tak kunjung membaiknya harga karet dalam beberapa tahun terakhir, ternyata membuat sejumlah petani di Kabupaten Banjar memilih untuk menanam komoditi lain.
Seperti halnya Hamsani, petani di Gunung Balai, Desa Pingaran Ulu, Kecamatan Astambul ini memilih beralih menanam serai. Akibat merosotnya harga karet, hingga di angka Rp5 ribu per kilogramnya.
Bersama beberapa petani lain yang tergabung dalam kelompok tani di desanya, Hamsani merombak puluhan hektare lahan yang semula ditanami karet, diganti dengan serai wangi. “Sudah sekitar dua bulan kami pindah ke serai, karena tak sanggup dengan harga karet yang terlampau murah," katanya.
Dia mengaku memilih menanam serai, lantaran hasilnya lebih menjanjikan dibandingkan dengan komoditi lain. "Minyak hasil penyulingan daun serai pangsa pasarnya belum banyak dilirik dan dilakoni petani. Sehingga orang sulit mencarinya. Belum panen saja sudah ada yang datang dan siap menampung," ucapnya.
Diungkapkannya, dalam per hektare lahan yang mereka garap dapat menghasilkan 20 ton tanaman serai. Dengan harga jual sekitar seribu rupiah per kilogram. "Peluangnya sangat besar. Kami harap pemerintah dapat mendukung kami, dalam penyediaan bibit ataupun peralatan pendukung," ungkapnya.
Mengenai keinginan petani mengganti karet dengan komoditi lain, Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Kabupaten Banjar Dondit Bhekti menilai bahwa hal itu wajar dilakukan petani di tengah keterpurukan harga karet. "Pemerintah tak dapat melarang jika memang para petani berniat mengganti karet dengan tanaman lain," ujarnya. (ris/ij/ram)
Editor : berry-Beri Mardiansyah