Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Tiongkok Masih Jadi Tumpuan Ekspor Kaltim

izak-Indra Zakaria • 2020-06-30 12:08:09
Ekspor non-migas Kaltim ke Tiongkok mencapai USD 298 juta. Terbanyak kedua India dengan nilai USD 264 juta. Selanjutnya Filipina USD 123 juta.
Ekspor non-migas Kaltim ke Tiongkok mencapai USD 298 juta. Terbanyak kedua India dengan nilai USD 264 juta. Selanjutnya Filipina USD 123 juta.

BALIKPAPAN – Tiongkok masih menjadi negara tujuan ekspor Kaltim di semester I 2020. Berdasarkan data Dinas Perdagangan Balikpapan, ada 24 negara tujuan ekspor yang tercatat melalui surat keterangan (certificate of origin). Besaran ekspor non-migas sebesar USD 1,05 miliar. Dari total tersebut, ekspor non-migas Kaltim ke Tiongkok mencapai USD 298 juta. Terbanyak kedua India dengan nilai USD 264 juta. Selanjutnya Filipina USD 123 juta.

“Peranan ketiga negara tersebut dalam sektor non-migas untuk ekspor Kaltim sangat besar. Di tengah pandemi ekspor tetap jalan sesuai dengan kontrak yang berjalan,” kata Sekretaris Dinas Perdagangan Balikpapan, Philipus Rimpa akhir pekan lalu.

Philipus menjelaskan tren ekspor dari tahun ke tahun selalu mengalami kenaikan meski tidak signifikan. Pada triwulan II yang akan berakhir, rerata pengiriman tumbuh hingga 10 persen. Di Balikpapan, mayoritas ekspor adalah minyak kelapa sawit mentah (crude palm oil/CPO) dan plywood. Produk lainnya adalah batu bara, ikan segar, dan kepingan kayu akasia woodchip.

Dia menyebutkan, kegiatan ekspor di Kaltim umumnya masih berjalan normal. Ini karena perjanjian sudah dilakukan sebelum wabah corona menyebar. “Tetapi di lapangan mereka (para pelaku ekspor) harus melakukan transaksi sesuai dengan protokol kesehatan Covid-19 baik orang dan barang,” terangnya.

Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Balikpapan Yaser Arafat mengatakan, keran ekspor perlahan sudah dibuka. Sebelumnya, saat virus corona awal mulai menyebar, beberapa negara menutup impor dari negara lain. “Kan kita juga kena imbasnya. Kinerja ekspor dari catatan BPS menurun. Ya, saat ini sudah dibuka. Cuma tetap waspada potensi munculnya gelombang kedua. Bisa saja keran ekspor impor ditutup lagi. Apalagi angka positif masih bertambah,” terangnya. (aji/ndu/k15)

Editor : izak-Indra Zakaria