Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Relaksasi Perbankan Diperpanjang

izak-Indra Zakaria • 2020-12-03 11:37:12
Made Yoga Sudharma
Made Yoga Sudharma

 BALIKPAPAN – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memperpanjang waktu relaksasi restrukturisasi kredit perbankan selama setahun dari rencana awal. Kebijakan tersebut diperpanjang dari Maret 2021 menjadi Maret 2022. Hal itu disampaikan oleh Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kalimantan Timur (Kaltim), Made Yoga Sudharma ketika berkunjung ke Radio KPFM Balikpapan, Rabu (2/12).

“OJK sendiri sudah mengeluarkan siaran pers terkait kebijakan keringanan pembayaran atau relaksasi, pembiayaan akan diperpanjang yang tadinya ditetapkan dari Maret 2020 hingga Maret 2021 diperpanjang kembali hingga Maret 2022,” kata Made.

Kebijakan untuk memperpanjang relaksasi pembayaran kredit ini dilatarbelakangi dengan melihat kondisi perekonomian yang masih dalam kondisi pandemi Covid-19.

Termasuk juga dengan mempertimbangkan masukan dari beberapa lembaga keuangan yakni perbankan yang melihat langsung kondisi debitur atau pengusaha-pengusaha yang memanfaatkan kredit. Serta masukkan dari beberapa asosiasi pengusaha.

“Kami meminta kepada lembaga keuangan untuk melakukan self assessment untuk mengetahui kondisi debiturnya terhadap kondisi pengusaha yang kemarin menikmati relaksasi pembayaran,”‘ujarnya.

Hal ini dilakukan untuk menjaga agar jumlah kredit bermasalah di perbankan itu tetap terjaga.

Ia menjelaskan berdasarkan data, di wilayah Kaltim, realisasi penggunaan program relaksasi pembayaran tercatat mencapai Rp7 triliun selama periode Maret hingga September 2020. Data tersebut merupakan debitur yang berasal dari lembaga pembiayaan termasuk juga perbankan.

Walaupun kesannya terlihat banyak tapi pertumbuhan relaksasi tersebut terlihat melandai, hal itu terlihat dengan jumlah debitur yang memanfaatkan relaksasi pembayaran yang terus menurun hingga akhir tahun.

Ia menjelaskan secara umum kondisi perekonomian di wilayah Kaltim masih menunjukkan kontraksi, dengan tingkat pertumbuhan masih minus. Namun secara lokasi, Kaltim juga tetap memperlihatkan pertumbuhan ekonomi yang positif, karena ada berapa perusahaan yang berpusat di luar Kaltim yang tetap mengarahkan investasinya ke wilayah Kaltim.

Hal ini menjadi harapan bagi Kaltim untuk menunjukkan tingkat perekonomiannya akan kembali menggeliat pada tahun 2021 mendatang. “Sisi ekonomi positif khususnya di sektor konstruksi, yang kita harapkan akan memberikan multiplier effect untuk menumbuhkan sektor ekonomi lainnya, di tahun 2021 mendatang,” tungkasnya. (MAULANA/KFPM)

Editor : izak-Indra Zakaria