Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

CPO Pacu Perbaikan Industri Pengolahan

izak-Indra Zakaria • 2021-03-15 14:58:08
Photo
Photo

Kinerja lapangan usaha industri pengolahan diperkirakan terus mengalami perbaikan seiring peningkatan permintaan domestik maupun luar negeri. Salah satunya lewat crude palm oil (CPO) yang tetap solid mengingat adanya kenaikan permintaan dari Tiongkok pada awal tahun.

 

SAMARINDA - Ketua Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) Kaltim Muhammadsjah Djafar mengatakan, industri CPO menjadi salah satu penahan penurunan kinerja industri pengolahan pada 2020. Industri ini tercatat mengalami peningkatan kinerja yang ditopang oleh permintaan luar negeri di tengah perlambatan serapan domestik.

Peningkatan kinerja CPO salah satunya ditopang oleh peningkatan permintaan dari luar negeri yang tecermin dari kinerja kenaikan ekspor di triwulan IV 2020 sebesar 32,26 persen (year on year/yoy), lebih tinggi dibandingkan triwulan sebelumnya sebesar 25,07 persen (yoy). “Penyerapan dalam negeri mengalami perlambatan, namun CPO Kaltim masih didominasi ekspor. Sehingga tidak memiliki banyak pengaruh,” ungkapnya, Minggu (14/3).

Penyerapan CPO Kaltim untuk kebutuhan dalam negeri mengalami perlambatan seiring penyaluran biodiesel di Kaltim yang tercatat lebih rendah dibandingkan triwulan sebelumnya. Pada triwulan IV 2020, penyaluran biodiesel di Kaltim tercatat sebesar 289 ribu kiloliter (kl) atau mengalami kontraksi sebesar 33,65 persen (quarter to quarter/qtq), lebih rendah dibandingkan capaian triwulan sebelumnya sebesar 436 ribu kl dan juga tumbuh positif sebesar 4,20 persen (qtq).

Penurunan penyaluran biodiesel tersebut utamanya disebabkan oleh penurunan produksi biodiesel, yang sebagian besar dari produsen biodiesel di Kaltim. Djafar mengatakan, dari sisi ekspor perbaikan akan berlanjut tahun ini. Peningkatan ekspor CPO akan mendorong kinerja industri pengolahan pada 2021.

Pada triwulan pertama 2021, ekspor CPO mengalami kenaikan permintaan dari Tiongkok, di tengah momen Tahun Baru Tiongkok. “Kita optimistis keberhasilan program vaksin juga akan meningkatkan aktivitas ekonomi sehingga akan meningkatkan konsumsi minyak nabati termasuk minyak sawit,” tuturnya.

Menurutnya, permintaan minyak kelapa sawit akan meningkat dari sisi ekspor, baik dari volume maupun nilainya. Namun risiko terjadinya penurunan tetap ada. Faktor yang diperkirakan mengganggu permintaan antara lain berjangkit kembalinya Covid-19 di Tiongkok maupun negara lain, dan juga berjangkitnya African Swine Fever yang mengganggu permintaan minyak.

“Sehingga perbaikan ekonomi di berbagai negara tujuan ekspor kita dengan pengendalian virus juga akan memengaruhi kinerja ekspor CPO kita,” tuturnya.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw-BI) Kaltim Tutuk SH Cahyono mengatakan, pada awal tahun ini ekonomi Kaltim diprediksi tumbuh lebih baik. Dari sisi pengeluaran, perbaikan ditopang oleh peningkatan kinerja ekspor batu bara, seiring berlanjutnya perbaikan ekonomi negara tujuan utama ekspor seperti Tiongkok, India, Jepang, dan negara Asia lainnya.

Meningkatnya permintaan batu bara dari Tiongkok didorong membaiknya ekonomi domestik, juga dipengaruhi ketegangan hubungan diplomatik Tiongkok–Australia yang berlangsung hingga triwulan II 2021. “Ketegangan hubungan ini membuat Tiongkok mengurangi pasokan impor batu bara dari Australia dan mengalihkan sumber pasokan dari negara lain, termasuk Indonesia,” tuturnya.

Selanjutnya, perbaikan ekonomi India diperkirakan semakin solid pada triwulan II 2021 sejalan dengan stimulus ekonomi yang masih berlangsung, kasus baru Covid-19 harian yang semakin menurun dan vaksinasi yang semakin masif. Negara-negara ASEAN dan Asia lainnya diperkirakan menjadi pasar batu bara masa depan Kaltim dengan motor utama Vietnam.

Vietnam diperkirakan menjadi salah satu negara di ASEAN yang menjadi sumber permintaan utama baru di pasar global pada tahun 2021, sejalan dengan semakin eratnya hubungan investasi dan perdagangan dengan Tiongkok, yang mendorong kebutuhan pembangunan pembangkit dan bahan bakar industri.

“Berlanjutnya perbaikan ekonomi Kaltim pada triwulan II 2021 juga didorong oleh bergulirnya program pemulihan ekonomi nasional dan regional serta kian masifnya vaksinasi,” ungkapnya.

Menurutnya, selain di sisi ekspor, perbaikan ekonomi Kaltim juga bersumber dari sisi konsumsi maupun investasi. Di sisi konsumsi, masih bergulirnya program pemulihan ekonomi nasional dan regional, termasuk bantuan sosial atas inisiatif pemerintah pusat dan daerah diperkirakan akan membuat proses pemulihan konsumsi semakin solid.

Harga komoditas yang diprakirakan terus membaik juga turut menopang berlanjutnya proses pemulihan konsumsi. Dari sisi investasi, perbaikan didorong oleh berlanjutnya pengerjaan proyek-proyek strategis, perbaikan harga komoditas, dan pulihnya keyakinan dunia usaha sejalan dengan implementasi UU Cipta Kerja serta masifnya program vaksinasi.

“Dari sisi lapangan usaha, perbaikan perekonomian Kaltim pada triwulan II 2021 akan ditopang membaiknya kinerja lapangan usaha utama maupun pendukung,” katanya.

Perbaikan kinerja sektor pertambangan batu bara, tambah Tutuk didorong oleh curah hujan yang secara seasonal lebih rendah dibandingkan triwulan I. Pada sektor industri pengolahan, perbaikan kinerja diperkirakan didorong oleh membaiknya permintaan CPO baik domestik maupun global. Terus berlanjutnya program B30 juga diperkirakan menjadi pendorong sektor industri pengolahan, seiring dengan low base yang terjadi pada triwulan II 2020 akibat pembatasan sosial berskala besar (PSBB).

Selain itu, sektor konstruksi diperkirakan kembali membaik sejalan dengan peningkatan kinerja proyek-proyek strategis. Demikian pula perbaikan sektor tersier lainnya seperti perdagangan seiring semakin meningkatnya aktivitas dan keyakinan masyarakat yang ditopang oleh masifnya vaksinasi.

“Sehingga setelah terkontraksi pada 2020, perekonomian Kaltim untuk keseluruhan tahun 2021 diperkirakan kembali positif, seiring meningkatnya aktivitas masyarakat yang ditopang oleh vaksinasi massal di tengah peningkatan permintaan global,” pungkasnya. (ctr/ndu/k15)

Editor : izak-Indra Zakaria
#Ekonomi Kaltim #kelapa sawit