Berbeda dengan sektor lain yang terhambat karena kebijakan PPKM. Kegiatan ekspor di Kaltim masih tanpa gangguan berarti. Sehingga masih bisa menopang ekonomi daerah ini.
SAMARINDA–Ekonomi Kaltim pada triwulan pertama 2021 masih mencatat minus 2,96 persen. Memasuki triwulan kedua ekonomi berhasil tumbuh positif dengan angka mencapai 5,76 persen. Diprediksikan pada triwulan III 2021, pertumbuhan ekonomi terus melanjutkan momentum perbaikan.
Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw-BI) Kaltim Tutuk SH Cahyono mengatakan, penopang ekonomi Kaltim adalah ekspor. Dengan demikian, pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) yang berkepanjangan tidak menggerus ekspor daerah ini. Namun, PPKM mengakibatkan menurunnya mobilitas dan konsumsi masyarakat. "Secara sektoral, tahun ini perekonomian Kaltim masih didorong oleh perbaikan pada seluruh lapangan usaha utamanya pertambangan, dan industri pengolahan setelah terkontraksi cukup dalam pada tahun sebelumnya,” jelas dia (13/8).
Menurut dia, 46 persen struktur ekonomi Kaltim masih berasal dari ekspor batu bara. Sedangkan konsumsi rumah tangga relatif sangat kecil. Sehingga, selama permintaan negara tujuan ekspor utama Kaltim masih tumbuh bagus, berarti permintaannya juga akan bagus dan ekspor Kaltim juga akan tetap bagus.
Dia melanjutkan, kinerja ekspor tahun ini diprakirakan tumbuh lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya seiring dengan peningkatan permintaan negara mitra dagang terutama Tiongkok, India, dan Jepang. Permintaan batu bara dari negara-negara tujuan alternatif seperti Vietnam, Taiwan, dan Korea turut akan mendorong kinerja ekspor lebih baik lagi untuk pemenuhan pasokan PLTU domestik. Selain itu, kinerja positif industri pengolahan akan bersumber dari base effect di industri pengolahan migas dan bahan bakar nabati (CPO).
Menurut dia, jika PPKM yang mendorong penurunan atau perlambatan konsumsi masyarakat, dampaknya kepada pertumbuhan ekonomi Benua Etam tidak akan besar. Sehingga optimisme ekonomi Kaltim bisa tumbuh lebih baik tahun ini, di tengah harga dan kinerja ekspor yang sangat tinggi. Saat PPKM di triwulan ketiga tahun ini, diprakirakan ekonomi masih akan terus melanjutkan momentum perbaikan.
“Perbaikan tersebut diprakirakan terus berlanjut yang bersumber dari semakin membaiknya kinerja lapangan usaha utama, akibat permintaan yang tinggi dari negara mitra,” kata Tutuk SH Cahyono.
Selain itu, berlanjutnya realisasi anggaran bantuan ekonomi dan kesehatan masyarakat serta dimulainya proyek-proyek belanja modal diprakirakan akan mendorong kinerja konsumsi pemerintah. Namun, memang tren perbaikan konsumsi rumah tangga diprakirakan sedikit tertahan, seiring dengan adanya kebijakan pembatasan mobilitas masyarakat oleh pemerintah di tengah angka kasus aktif Covid-19 Kaltim yang masih berada di level yang tinggi.
“Namun demikian, penangan Covid-19 tetap paling penting. Sejak awal kalau asumsinya Covid-19 bisa lebih dikendalikan, kami memperkirakan ekonomi tetap positif, sebab sumber pertumbuhan ekonomi akan semakin banyak bila Covid-19 bisa dikendalikan lebih cepat,” tutupnya. (ctr/tom/k8)
Editor : izak-Indra Zakaria