Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Siring Ditutup untuk Balita dan Lansia

miminradar-Radar Banjarmasin • Sabtu, 6 November 2021 - 09:46 WIB
WISATA ANDALAN: Pasar Terapung di Siring Pierre Tendean, Sungai Martapura. Foto diambil sebelum pandemi COVID-19 melanda Banjarmasin.
WISATA ANDALAN: Pasar Terapung di Siring Pierre Tendean, Sungai Martapura. Foto diambil sebelum pandemi COVID-19 melanda Banjarmasin.

BANJARMASIN - Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Banjarmasin bersiap menggelar simulasi pembukaan Siring Pierre Tendean, akhir pekan ini.

Kepala Disbudpar Banjarmasin, Ikhsan Alhak menegaskan, tidak seluruh area wisata tepian Sungai Martapura yang dibuka.
Hanya untuk Pasar Terapung saja. Tidak termasuk Menara Pandang atau Patung Bekantan.

"Jam operasional juga kami batasi. Kalau biasanya sejak subuh hingga jam 12 siang, nanti hanya sampai jam 10 saja," ujarnya kemarin (4/11).

Dia meminta pengunjung memperhatikan beberapa aturan. Pertama, tidak diizinkan mengajak balita dan orang tua berusia renta.
"Kita tak pernah tahu, bisa saja selama di pasar berhadapan dengan orang tanpa gejala (OTG). Kasihan balita dan lansia," jelasnya.

Kedua, dermaga dan pasar bakal dipasangi pagar pembatas atau sejenis portal untuk mengendalikan pengunjung yang ingin masuk.
"Maksimal kapasitas pengunjung hanya 50 persen. Kami akan berkoordinasi dengan petugas dari Satpol PP dan Dinas Perhubungan (Dishub) untuk mengendalikan pengunjung," ungkapnya.

Ketiga, pengunjung akan melalui screening berupa pengecekan suhu tubuh, menunjukkan surat keterangan vaksinasi, atau menggunakan aplikasi Peduli Lindungi.

Lantas, bagaimana dengan keberadaan pedagang kaki lima (PKL) di siring?

Ikhsan mengaku tak bisa berbuat banyak. Ia hanya meminta kesadaran PKL untuk tak menggelar lapak di kanan dan kiri siring.

"Agar tidak terjadi penumpukan pengunjung. Nanti juga ada petugas yang mengurainya," tutupnya.

Pembukaan objek wisata itu ditegaskan Wali Kota Banjarmasin, Ibnu Sina. Mengingat ibu kota provinsi ini sudah berada di status PPKM level 2.

Ibnu menekankan, simulasi akan menjadi telaahan, apakah pembukaan objek wisata bisa diteruskan atau tidak.
Dia khawatir, siring sebagai magnet pengunjung, bakal mengundang kerumunan yang tak bisa dikendalikan. (war/at/fud) 

Editor : miminradar-Radar Banjarmasin
#bisnis wisata