Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Warga Menanti Taman Kamboja Dibuka, DLH Menunggu Pembukaan Pasar Terapung

miminradar-Radar Banjarmasin • Senin, 8 November 2021 - 20:41 WIB
DITUTUP: Sebelum pandemi, di sini warga kota bisa menonton atraksi air mancur menari.
DITUTUP: Sebelum pandemi, di sini warga kota bisa menonton atraksi air mancur menari.

BANJARMASIN - Belum ada tanggal pasti. Tapi pemko sedang menyiapkan pembukaan Pasar Terapung di Siring Pierre Tendean. Lalu, bagaimana objek wisata lainnya?

Contoh wahana bermain dan atraksi air mancur menari di Taman Kamboja di Jalan Anang Adenansi.

Ketika dikonfirmasi, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Banjarmasin, Mukhyar mengaku masih mempertimbangkannya.

"Kami perlu melihat percobaan pembukaan Pasar Terapung dulu. Bila di sana pengunjungnya cukup terkendali, maka tak menutup kemungkinan kami akan mengikutinya," ungkapnya, Sabtu (6/11).

Dijelaskannya, sama seperti siring di tepian Sungai Martapura, Ruang Terbuka Hijau (RTH) Kamboja juga bisa dimasuki pengunjung dari arah mana pun.

Tak ada pintu masuk atau keluar yang bisa dikontrol. "Alhasil untuk membatasi pengunjung pun cukup sulit," ujarnya.

"Lalu ada banyak wahana bermain untuk anak-anak, jadi agak rawan bila RTH langsung dibuka," tekannya.

Dikatakan ditutup sekalipun, Taman Kamboja sebenarnya selalu dikunjungi warga. Terutama yang hendak berolahraga.

Disinggung apakah ada skenario yang bakal diterapkan bila nantinya kawasan tersebut dibuka, Mukhyar mengaku sudah memikirkannya. Seperti mengurangi jam operasional pertunjukan wahana air mancur menari.

"Pertunjukan biasanya digelar dua hari dalam sepekan. Yakni malam Sabtu dan malam Minggu. Mungkin akan kami pangkas menjadi hanya sekali dalam sepekan," jelasnya.

"Atau misalnya dalam satu malam ada tiga kali pertunjukan (sekali pertunjukan memakan waktu 30 menit), kami pangkas durasinya menjadi hanya dua kali atau sekali saja," tambahnya.

Lebih jauh, Mukhyar pun memahami, saat ini masyarakat sudah jenuh lantaran terus berada di rumah. Ada banyak warga yang merindukan tempat rekreasi yang murah meriah seperti siring dan taman kota.

"Kalau wahana rekreasi RTH kembali diaktifkan, tentu pengunjung senang. Kalau senang, bagus untuk imun tubuh," tukasnya.

"Tapi kami akan lihat dulu bagaimana kondisi di siring. Bila terkendali dan aman, maka RTH pun akan kami buka," janjinya.

Sejak pandemi COVID-19 melanda, segala wahana rekreasi di Taman Kamboja tak lagi diaktifkan.

Kendati sudah lama ditutup, Mukhyar menjamin kondisi taman bermain dan air mancur itu masih prima. "Karena rutin dicek, sesekali saat pagi hari air mancur menari itu dimainkan," tuntasnya.

Radar Banjarmasin mengunjungi taman itu kemarin (7/11) petang. Di depan taman tampak beberapa pedagang kaki lima. Jumlahnya tak banyak, demikian pula pengunjungnya.

Lalu pintu masuk wahana bermain anak juga masih dikunci gembok. Di depannya terpampang spanduk pengumuman bahwa fasilitas itu ditutup sampai batas waktu yang tak ditentukan.

Salah seorang pengunjung, Sunar yang membawa anaknya, mengaku bisa memaklumi penutupan tersebut.
"Tak apa-apa. Bisa jalan-jalan di sini saja sudah cukup. Semoga anak saya tidak merengek dan nekat meminta masuk ke sana (wahana bermain)," kata warga Jalan Gatot Subroto itu seraya tertawa.

Perihal rencana pembukaan RTH itu, bagi Sunar, yang terpenting adalah pengawasan agar protokol kesehatan (prokes) bisa diterapkan secara ketat.

"Ini tempat yang pas untuk membawa anak-anak. Lingkungannya asri dengan wahana bermain yang cukup lengkap," tutupnya. (war/at/fud) 

Editor : miminradar-Radar Banjarmasin
#bisnis wisata