JAKARTA - Tingkat kunjungan ke pusat perbelanjaan pada tahun ini diprediksi bakal mendekati kondisi normal. Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) memperkirakan menjadi 80 persen sebelum terjadi pandemi Covid-19. Okupansi juga akan lebih baik dari tahun 2020 dan 2021.
”Kalau 2020 rata-rata nasional hanya 50 persen dari kondisi normal, 2021 menjadi 60 persen, di 2022 ini kami prediksi bisa 80 persen," ujar Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat (DPP) APPBI Alphonzus Widjaja, (4/8).
Menurut Alphonzus, jumlah pengunjung sebuah mal menengah perhari rata-rata 30 ribu orang pada 2019 atau sebelum pandemi Covid-19. ”Kami juga berharap, memasuki semester dua penjualan terus bergerak naik. Kami memperkirakan bisa mencapai 70 hingga 80 persen dibandingkan kondisi normal,” tambahnya.
Alphonzus menambahkan, meskipun saat ini belanja daring telah menjadi tren, masyarakat tetap rindu berbelanja langsung di mal. Apalagi, pemerintah sudah mulai melakukan pelonggaran terhadap mobilitas masyarakat. Selain itu, sebagian besar penduduk Indonesia sudah melakukan vaksinasi. ”Setelah dua tahun kita hidup dalam kondisi serba virtual, ini saatnya kita kembali ke kehidupan normal untuk bisa berinteraksi dengan sesama secara langsung, bukan di virtual,” urainya.
Direktur Eksekutif dan Kepala Departemen Komunikasi Erwin Haryono Bank Indonesia menambahkan, kinerja penjualan ritel pada Juni 2022 tumbuh meningkat secara tahunan. Hal itu tercermin dari Indeks Penjualan Riil (IPR) Juni sebesar 229,1, atau tumbuh 15,4% (YoY).
Dari sisi harga, responden memprakirakan tekanan inflasi pada Agustus dan November 2022 (3 dan 6 bulan yang akan datang) menurun. Indeks Ekspektasi Harga Umum (IEH) Agustus dan November masing-masing tercatat sebesar 127,5 dan 132,1, atau turun dibandingkan 141,7 dan 137,5 pada bulan sebelumnya. ”Sebagian responden menyatakan penurunan disebabkan oleh distribusi barang yang semakin lancar,” ujarnya. (agf/dio)
Editor : izak-Indra Zakaria