SURABAYA – Penerapan program tingkat kandungan dalam negeri (TKDN) menjadi daya tarik penanaman modal asing (PMA). Kali ini, produsen atap bitumen asal Prancis memulai pembangunan pabrik di kawasan industri Pasuruan, Jatim. Langkah itu diharapkan bisa memajukan industri properti sekaligus investasi di tanah air.
Direktur PT Onduline Indonesia Esther Pane mengatakan, ini adalah langkah untuk bisa meningkatkan tingkat kandungan dalam negeri (TKDN) produk komponen bangunan.
Rata-rata per tahun, penjualan atap bisa mencapai 2,5 juta meter persegi. Dengan rata-rata pertumbuhan hingga 20 persen, Esther mengaku kesulitan untuk mengimbangi permintaan karena keterbatasan suplai dari Malaysia.
''Karena itu, kami memutuskan investasi di Jatim yang secara geografis menjadi pusat dari Indonesia. Tahap pertama nilainya sekitar Rp 90 miliar,'' ujarnya saat ground breaking pabrik di Pasuruan Industrial Estate Rembang (PIER) (3/7).
Direktur PT Onduline Manufaktur Indonesia Rama Krishnan menambahkan, proyek di lahan seluas 1,2 hektare tersebut diharapkan bisa beroperasi pada kuartal II 2024. Proses produksi yang dilakukan di Pasuruan sebenarnya belum lengkap. Oleh karena itu, perseroan masih harus mendatangkan barang setengah jadi dari Malaysia.
Dengan pabrik di Pasuruan, lanjut dia, bisa membuat TKDN produk atap bisa mencapai 50 persen. ''Untuk tahun awal, kita menargetkan kapasitas bisa mencapai 2,52 juta m2. Tapi tak menutup kemungkinan, beberapa tahun ke depan kita bisa tingkatkan hingga 3 juta m2,'' ungkapnya.
Satu-satunya alasan pihaknya tak membuat seluruh produksi di Indonesia adalah kesulitan bahan baku bitumen. Dia tak menutup kemungkinan bahwa semua lini produksi bakal dipinndah ke Indonesia asalkan bahan baku bisa terpenuhi. (bil/dio )
Editor : izak-Indra Zakaria