PASER memiliki potensi ekonomi baru dari tanaman hutan, yaitu energi kayu dari pohon kaliandra merah. Hasil kaliandra merah ini akan dibuat wood pellet yang akan jadi bahan energi pengganti batu bara. Perusahaan yang akan mengembangkan komoditas ini adalah PT Jaya Bumi Paser, anak perusahaan dari Indika Nature.
Di atas lahan 23 ribu hektare, kini tengah dibangun pabrik pengolahan pohon kaliandra merah menjadi wood pellet. Sementara lahan tanamnya 14 ribu hektare, kini sudah 2.300 hektare telah ditanam sejak 2022. CEO Indika Nature Leonardus Herwindo menyampaikan setelah menanam, pada tahun ini dimulai peletakan batu pertama untuk pembangunan pabrik, kantor, serta tempat tinggal karyawan.
"Saat ini, produksi wood pellet masih fokus untuk memenuhi permintaan ekspor ke negara Jepang dan Korea Selatan. Akhir Desember targetnya sudah mulai penjualan atau ekspor wood pallet. Semoga nantinya bisa digunakan di dalam negeri," kata Leonardus saat momen peletakan batu pertama atau groundbreaking, Selasa (8/8).
Pohon kaliandra merah umur maksimalnya 15 tahun. Dalam dua tahun sudah bisa dipanen. Ketinggian pohon ini sampai 6 meter. Tidak hanya menghasilkan produk wood pellet, bunga dari kaliandra merah jadi sasaran makanan lebah hutan dan menghasilkan madu yang berkualitas. Madu inilah yang dikelola masyarakat sekitar dan jadi salah satu sumber perekonomian.
Perusahaan ini jadi yang pertama di Indonesia dalam pemanfaatan hasil hutan kayu energi. Leonardus mengatakan, Indika Nature ingin masyarakat ke depan juga menanam pohon ini. Jadi, tidak hanya jadi pegawai atau karyawan, masyarakat juga menjadi wirausaha.
Direktur PT Jaya Bumi Paser Dominicus Wimbuh Wibowo menyampaikan, perusahaan ini dapat izin 2020 dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Tiga tahun tahapan pembangunan sudah berjalan. "Di acara ini lokasi pabrik akan dibangun. Tahap awal bangun pabrik kapasitas 10 ton per jam," kata Dominicus.
Selanjutnya, pabrik akan ditingkatkan bisa menghasilkan 70 ton per jam. Dengan target 450 ribu ton wood pellet per hari. Ini adalah proyek inisiatif holding Indika Nature mengembangkan alternatif energi hijau. Bersama pabrik, bangunan perkantoran dan perumahan juga dibangun.
Ditambah pelabuhan khusus berlokasi di Desa Kerang Kecamatan Batu Engau. Sumber energi pabrik, akan dibangun pembangkit listrik tenaga surya berkapasitas 3,2 megawatt. Perusahaan ini juga penjajakan kerja sama dengan Kemenkomarves agar ada potensi pasar dalam negeri. (jib/ndu/k15)
Editor : izak-Indra Zakaria