Target Pemprov Kaltim menarik investasi sebesar Rp 64,5 triliun pada 2023 tampaknya bisa terwujud. Sebab, hingga triwulan III atau September lalu, mereka mampu merealisasikan 77,13 persennya atau di angka Rp 49,74 triliun.
Realisasi investasi tersebut terbagi dari penanaman modal dalam negeri (PMDN) sebesar Rp 36,15 triliun dan penanaman modal asing (PMA) sebesar Rp 13,59 triliun. Dengan total proyek sebanyak 13.766 dan tenaga kerja yang terserap sebanyak 40.896 orang. Terdiri dari tenaga kerja Indonesia sebanyak 36.438 orang dan tenaga kerja asing sebanyak 181 orang.
Peringkat Kaltim pada level nasional, realisasi investasi PMDN pada triwulan III 2023 menempati urutan keempat setelah DKI Jakarta, Jawa Timur dan Jawa Barat. Sedangkan untuk PMA berada di urutan ke-10, setelah Jawa Barat, Sulawesi Tengah, Maluku Utara, Banten, DKI Jakarta, Jawa Timur, Sumatra Selatan, Riau dan Jawa Tengah.
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kaltim Puguh Harjanto menekankan, pada triwulan III (Juli-September) 2023 tercatat realisasi investasi mencapai angka Rp 18,78 triliun, dengan rincian realisasi PMDN sebesar Rp 13,79 triliun (4.982 proyek) dan realisasi PMA sebesar USD 336,75 Juta atau sebesar Rp 4,98 triliun (609 proyek).
“Jika diakumusikan dari bulan Januari-September tahun 2023 realisasi investasi sebesar Rp 49,74 triliun atau 77,13 persen dari target realisasi investasi 2023,” jelasnya, Senin (20/11).
Realisasi PMDN triwulan III 2023 mencapai Rp 13,79 triliun dengan jumlah proyek 4.982, di mana berdasarkan sebaran lokasinya seluruh kabupaten atau kota di Kaltim mendapatkan tambahan realisasi investasi.
Investasi paling besar berada di Balikpapan, yaitu mencapai Rp 5,64 triliun atau 40,88 persen dari keseluruhan realisasi investasi PMDN. Investasi terbesar kedua sebesar Rp 2,65 triliun atau 19,23 persen berada di Kutai Kartanegara. Kutai Barat menjadi kontributor terbesar ketiga, yaitu mencapai Rp 1,43 triliun atau 10,41 persen.
Jika dilihat berdasarkan sektor usaha maka realisasi investasi PMDN yang dapat dicapai sampai dengan triwulan III 2023 menunjukkan subsektor industri kimia dasar, barang kimia dan farmasi mengalami penambahan investasi terbesar, yaitu mencapai Rp 4,59 triliun dan memberikan kontribusi terhadap realisasi investasi seluruh sektor usaha, yaitu sebesar 33,30 persen.
Pertambangan sebagai kontributor kedua mencapai Rp 4,54 triliun atau 32,92 persen. Tanaman pangan, perkebunan dan peternakan kontributor ketiga mencapai Rp 1,66 triliun atau 12,08 persen.
“Secara keseluruhan terdapat sekitar 22 subsektor usaha yang berkontribusi terhadap nilai investasi PMDN pada triwulan III 2023,” katanya.
Sedangkan realisasi PMA pada triwulan III 2023 mencapai USD 336,75 juta atau sebesar Rp 4,98 triliun, dengan sebaran yang berada di 10 kabupaten/kota. Kutai Timur memberikan kontribusi paling signifikan dengan nilai USD 120,77 juta atau sebesar Rp 1,78 triliun (35,86 persen dari total realisasi PMA), terdiri atas 68 proyek PMA.
Kutai Kartanegara menjadi kontributor kedua yaitu mencapai USD 69,77 juta atau sebesar Rp 1,03 triliun (20,72 persen). Sedangkan Balikpapan merupakan kontributor ketiga, yaitu sebesar USD 53,22 juta atau sebesar Rp 787,79 miliar (15,81 persen).
Realisasi PMA berdasarkan sektor usaha, subsektor pertambangan mendapatkan tambahan investasi terbesar yaitu USD 117,47 juta (Rp 1,71 triliun) atau sebesar 34,88 persen dari keseluruhan realisasi PMA.
Subsektor lain yang juga memberikan kontribusi cukup besar bagi investasi di wilayah ini adalah tanaman pangan, perkebunan dan peternakan yaitu sebesar USD 57,60 juta (Rp 841,04 miliar) atau 17,11 persen, dan subsektor industri makanan sebesar USD 46,74 juta (Rp 682,54 miliar) atau 13,88 persen.
“Secara keseluruhan terdapat sekitar 21 subsektor usaha yang berkontribusi terhadap nilai investasi PMA pada triwulan III 2023,” pungkasnya. (ndu/k15/jnr)