JAKARTA - PT Lion Mentari Airlines berencana melakukan penawaran umum perdana saham alias initial public offering (IPO) dengan mengincar dana segar sebesar USD 500 juta atau Rp 7,77 triliun (kurs dolar Rp 15.558).
"Maskapai swasta terbesar di Indonesia sedang bekerja sama dengan para penasihat mengenai penawaran potensial yang dapat dilakukan segera setelah akhir tahun ini. Perusahaan dapat mengumpulkan USD 300 juta hingga USD 500 juta," kata sumber Bloomberg, yang dikutip dari JawaPos.com, Jumat (12/1).
Meski begitu, sumber Bloomberg yang enggan disebut namanya itu menyebut bahwa hingga kini pertimbangan masih sedang dilakukan. Bahkan, ada kemungkinan waktu IPO masih bisa berubah. Pertimbangan sedang berlangsung dan rincian seperti ukuran dan waktu IPO. Terkait kabar ini, manajemen Lion Air enggan berkomentar.
Menurut data yang dihimpun Bloomberg, pencatatan saham nantinya akan menjadi dorongan bagi pasar IPO Indonesia. Di sisi lain, Indonesia berada di peringkat keenam dunia dalam jumlah IPO pada tahun 2023 dan kesembilan dalam hal pendapatan.
Dengan masuknya Lion, maka akan menambah jumlah emiten maskapai bursa antara lain PT AirAsia Indonesia Tbk (CMPP), hingga PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA). Sebelumnya, Lion Parcel, anak usaha Lion Air Group berencana melakukan initial public offering (IPO) pada 2024. Hal tersebut disampaikan oleh Chief Marketing Officer Lion Parcel, Kenny Kwanto.
Meski begitu, Kenny belum bisa memastikan rencana tersebut akan dilakukan pada triwulan berapa. Pasalnya, Lion Parcel masih perlu melihat perkembangan kondisi market sebelum perusahaannya menjadi go public.
"Secara timing masih belum bisa kita tentukan kapan, karena kita masih terus wait and see sih kondisi market-nya. Karena di tahun depan ada Pemilu, kita pengin lihat dulu perkembangannya seperti apa," kata Kenny kepada wartawan di Jakarta, Rabu (18/10).
"Kalau tahun ini mungkin belum, tapi kemungkinan sih kayaknya tahun depan. Lihat kembali lagi, banyak faktor makronya yang mau kita tunggu sih. Salah satunya, pemilu," sambung Kenny. (ndu/k15)
Editor : izak-Indra Zakaria