Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Optimisme Investasi Hulu Migas, Alami Peningkatan 8 Tahun Terakhir, Capai 210 Triliun Tahun Lalu

izak-Indra Zakaria • Sabtu, 13 Januari 2024 - 19:40 WIB
PERCAYA DIRI: Dwi Soetjipto memberikan keterangan terkait kinerja investasi industri hulu migas sepanjang 2023 kepada jurnalis, (12/1).
PERCAYA DIRI: Dwi Soetjipto memberikan keterangan terkait kinerja investasi industri hulu migas sepanjang 2023 kepada jurnalis, (12/1).

Kepercayaan investor untuk masuk sektor hulu migas Indonesia sudah kembali. Terlihat dari investasi dalam 8 tahun terakhir yang terus menunjukkan peningkatan. Bahkan, kinerja ini melampaui tren secara global. Di mana SKK Migas mencatat hingga akhir 2023 realisasi investasi mencapai USD 13,7 miliar atau sekitar Rp 210 triliun.

 

BALIKPAPAN - Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Dwi Soetjipto menyampaikan, dibandingkan realisasi investasi pada 2022 terdapat peningkatan hingga 13 persen dan melampaui pertumbuhan investasi hulu migas global yang diperkirakan berada di kisaran 6,5 persen.

"Realisasi investasi hulu migas di 2023 merupakan yang tertinggi sejak tahun 2016 atau dalam 8 tahun terakhir," ucap Dwi dalam konferensi pers kinerja 2023, Jumat (12/1). Diterangkannya, di tengah berbagai tantangan yang ada, sektor hulu migas mampu melakukan konsolidasi dan menemukan jalan untuk dapat pulih lebih cepat akibat pandemi Covid-19.

Serta mampu berperan secara tepat di masa transisi energi, sehingga hulu migas tetap menjadi salah satu tujuan investasi di Indonesia. “Selain melalui program kerja yang masif dan agresif, pelaksanaan transformasi hulu migas sesuai Rencana Strategis Indonesia Oil & Gas (Renstra IOG) 4.0 berjalan dengan baik. Hasilnya dapat terlihat dengan semakin masifnya investasi di sektor hulu migas, meskipun muncul tantangan baru yaitu berkembangnya investasi di sektor energi bersih,” sebutnya.

Ini membawa optimisme bahwa tren investasi akan terus meningkat di masa mendatang. Terkait investasi hulu migas untuk mencapai target long term plan (LTP) menuju target 2030, Dwi mengatakan pada 2023, investasi hulu migas pertama kalinya mampu melampaui target investasi yang telah ditetapkan dalam LTP.

“Berdasarkan perhitungan dalam LTP, sesungguhnya target investasi adalah USD 13 miliar, sehingga capaian investasi 2023 yang sebesar USD 13,7 miliar lebih tinggi sekitar 5 persen dari target LTP. Untuk tahun 2024, kami telah menetapkan target investasi yang jauh lebih tinggi sekitar USD 17,7 miliar atau di atas target LTP yang sebesar USD 16 miliar,” imbuh Dwi.

Di samping itu, investasi yang masif terutama di pemboran sumur pengembangan telah mampu mengurangi laju penurunan produksi pada mayoritas lapangan yang sudah ageing, sehingga lifting minyak di tahun 2023 hanya turun 1 persen.

Terkait gas, Dwi menyebut tren produksi gas tidak lagi decline tetapi sudah naik atau incline di angka 2,2 persen, namun karena belum optimalnya penyerapan gas oleh buyer, maka lifting (salur gas) tumbuh 1 persen saja. Pihak SKK Migas akan mendorong realisasi penyerapan gas oleh buyer agar serapan di 2024 lebih optimal lagi.

Selain itu, hal yang perlu digarisbawahi adalah 2023 menjadi fondasi yang kokoh dan lesson learn yang baik. Karena di tengah adanya kejadian negatif di awal tahun yang berujung pada safety stand down yang berdampak pada operasional, hulu migas berhasil mengejar ketertinggalan sehingga kinerja tetap terjaga dengan baik.

"Ini memberikan rasa optimis dan keyakinan yang kuat di tahun 2024 kami bisa menghasilkan kinerja yang lebih baik lagi,” tegasnya. Lebih lanjut, SKK Migas menyetujui work program & budget (WP&B) 2024 untuk target lifting di bawah angka yang ditetapkan dalam anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN).

Kendati kegiatan pengeboran dan rencana investasi makin agresif, bahkan diperkirakan lifting migas sampai akhir tahun tetap dipatok lebih rendah dari yang ditargetkan APBN. “Begitu APBN ditetapkan kita mengerjakan WP&B bekerja 3 bulan dengan seluruh KKKS (kontraktor kontrak kerja sama) dengan dinamika diskusinya jumlahnya ternyata sekitar 596 MBOPD, relatif turun dari lifting minyak 2023 di level 605,5 MBOPD," pungkasnya. (ndu/k15)

 

Ulil

Yin.khazan@gmail.com

Editor : izak-Indra Zakaria