Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Proyek RDMP Sumbang 50 Persen Realisasi Investasi di Kota Balikpapan

Indra Zakaria • 2024-02-13 11:50:00
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Balikpapan Hasbullah Helmi
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Balikpapan Hasbullah Helmi

 

Realisasi investasi di Kota Balikpapan pada tahun 2023 tercatat mencapai Rp 25 triliun.Angka tersebut melebihi dari target yang ditetapkan pada tahun 2023, yang dipatok sebesar Rp 17 triliun.

Peningkatan ini didorong oleh dampak pemindahan Ibu Kota (IKN) Nusantara ke Kalimantan Timur (Kaltim) yang ditarget rampung pada tahun 2024 ini.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Balikpapan Hasbullah Helmi mengatakan, untuk tahun 2022 Kota Balikpapan menargetkan investasi sebesar Rp 14 triliun dan realisasinya mencapai Rp 17 triliun, kemudian pada tahun 2023 kembali terjadi peningkatan cukup signifikan yakni mencapai Rp 25 triliun.  

"Kota Balikpapan sebagai kota penyangga IKN, rupanya cukup seksi dimata para investor untuk berinvestasi yang nilainya mencapai Rp 25 triliun di tahun 2023. Angka itu melebihi target kami yang selalu meningkat setiap tahunnya," kata Kepala DPMPTSP Balikpapan, Hasbullah Helmi ketika diwawancarai wartawan, Senin (12/2/2024).

Menurut Helmi, capaian investasi di Kota Balikpapan berasal dari industri ataupun pengolahan. Bahkan Refinery Development Master Plan (RDMP) menyumbang hampir 50 persen dari suksesnya capaian investasi di Kota Balikpapan.

"Capaian ini tak terlepas dari faktor letak Kota Balikpapan yang strategis berada di beranda IKN, sebagai pintu gerbang IKN, sehingga banyak investor yang melirik Kota Balikpapan untuk menanamkan modal usahanya," terangnya.

Dia menambahkan Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud juga kerap memberikan instruksi ke para Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk mempermudah para investor yang ingin menanamkan modalnya di Kota Balikpapan.

"Memang kami mengimplementasikan kemudahan bagi para investor untuk menanamkan modalnya di Kota Balikpapan. Sehingga inovasi selalu kita lakukan, dan kemudahan yang dulu dan sekarang itu bisa jadi berbeda," bebernya.

Helmi mengakui, dengan diberikannya kemudahan untuk berinvestasi, maka menjadikan Kota Balikpapan sebagai tempat yang nyaman bagi para investor dalam menanamkan modalnya.

'Tapi kami tidak jemawa, karena bagus nyaman dan tidaknya itu penilaian dari pihak investor, dan kami juga terus berbenah. Uang namanya pelayanan itu memiliki tiga hal yaitu tepat waktu, tepat persyaratan, dan tepat pada pembiayaan," pungkasnya. (MAULANA/KPFM)

Editor : Indra Zakaria
#balikpapan #rdmp balikpapan