Advertorial Balikpapan Bisnis Bola Daerah Bola Dunia Hiburan Hoax IKN Internasional Kesehatan Kriminal Lifestyle Nasional Pemerintahan Politik Pro Kalimantan Prokal Balikpapan Prokal Berau Prokal Kaltara Prokal Kaltim Prokal News Ramadan Samarinda Sport Teknologi

Inflasi Kaltim di Bulan Februari 2024 Capai 3,28 Persen, Kabupaten Berau Tertinggi

Muhamad Yamin • 2024-03-02 09:50:43
Aktivitas di salah satu pasar.
Aktivitas di salah satu pasar.

SAMARINDA - Badan Pusat Statistik mencatat pada Februari 2024 terjadi inflasi year on year (y-on-y) Provinsi Kalimantan Timur sebesar 3,28 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 105,92.

"Inflasi tertinggi terjadi di Kabupaten Berau sebesar 4,14 persen dengan IHK sebesar 106,32 dan terendah terjadi di Kota Samarinda sebesar 3,04 persen dengan IHK sebesar 105,51," ujar Kepala BPS Kaltim, Yusniar Juliana dalam rilisnya, Jumat 1 Maret 2024.

Yusniar menambahkan inflasi y-on-y terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya sebagian besar indeks kelompok pengeluaran. Terutama, kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 6,95 persen, kelompok kesehatan sebesar 4,92 persen dan kelompok transportasi sebesar 4,59 persen.

"Sebaliknya, terdapat satu kelompok pengeluaran yang mengalami penurunan indeks atau deflasi, yaitu kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar minus 0,42 persen," jelasnya.

Sementara itu, penyumbang utama inflasi Februari 2024 secara m-to-m adalah kelompok transportasi dengan andil 0,14%. Komoditas penyumbang utama inflasi pada kelompok ini adalah angkutan udara, sepeda motor, sepeda, ban luar motor, dan pelumas atau oli mesin.

"Pada Februari 2024, terjadi inflasi m-to-m sebesar 0,27% dan inflasi y-on-y sebesar 3,28%.
Penyumbang utama inflasi Februari 2024 secara y-on-y adalah kelompok makanan, minuman, dan tembakau dengan andil 1,98%.

Komoditas penyumbang utama inflasi pada kelompok makanan dan tembakau tersebut adalah beras, sigaret kretek mesin (SKM), tomat, bawang putih, dan ikan layang atau ikan benggol.

Editor : Indra Zakaria
#inflasi