"Dalam menjalankan program perlu koordinasi dan kerja sama dari berbagai pihak. Peran serta perangkat desa sangat menentukan program itu berjalan dengan baik dan tepat sasaran,” Kata Finandar, Kamis (22/8).
Finandar menuturkan, terlebih lagi dalam menjalankan program ketahanan pangan dan pencegahan stunting, dengan tujuan untuk membuat anak-anak bisa tumbuh kembang dengan sehat dan tidak rentan terhadap serangan penyakit. Sehingga, terciptanya SDM yang berkualitas, berprestasi dan berdaya saing. Disertai pengembangan wisata yang baik, dapat meningkatkan taraf perekonomian masyarakat sekitar.
“SDM berkualitas, wisata yang berkembang, dan pemanfaatan UMKM, akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, lebih bagus lagi, jika tambak ramah lingkungan ini menjadi objek wisata,” katanya.
Desa Modang kata Finandar, memiliki begitu banyak potensi wisata, mulai dari pegunungan, air terjun, flora dan fauna, luasnya hutan desa seluas 600 hektar, hutan hayati seluas 1.100 hektar hingga potensi SDM-nya.
"Tentu Pemdes harus bisa berinovasi dalam pengembangan Potensi yang ada di desanya,"ujarnya.
Sementara itu, Kades Desa Modang, Margo Budiyanto menambahkan, sampai dengan saat ini, Pemdes terus berupaya untuk melakukan pemanfaatan dan pengembangan potensi desa, terutama pada sektor wisata.
"Seperti yang kami lakukan saat ini, yakni Tambak Ramah lingkungan yang sangat berpotensi menjadi wisata dan dapat menarik wisatawan untuk datang ke desa kami," Katanya.
Margo Budiyanto berharap, dari Pemkab Paser, Pemprov Kaltim, Pusat, hingga perusahaan - perusahaan lokal dapat memberikan bantuan, guna mempercepat pelaksanaan pembangunan wisata.
“Kami harapkan kepada pemerintah ataupun perusahaan swasta setempat, agar dapat membantu pembangunan, pengembangan, pemanfaatan potensi Desa Modang,” tambahnya.(tom/vie)