Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Harga Avtur Turun, Tiket Pesawat Diprediksi Lebih Murah di 37 Bandara Ini

Indra Zakaria • Jumat, 21 Maret 2025 | 08:15 WIB
Aktivitas penerbangan di bandara Soekarna Hatta.
Aktivitas penerbangan di bandara Soekarna Hatta.

 

Kabar gembira bagi para calon pemudik! PT Pertamina (Persero) mengumumkan penurunan harga avtur di 37 bandara di seluruh Indonesia, mulai 18 Maret 2025.

Langkah ini diambil untuk mendukung program pemerintah dalam menekan harga tiket pesawat menjelang Ramadan dan Idul Fitri 1446 H.

"Sebagai BUMN, Pertamina akan selalu hadir melayani masyarakat untuk memastikan energi termasuk Avtur untuk penerbangan mudik lebaran tetap terpenuhi dan lancar," ucap Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero) Fadjar Djoko Santoso.

Penurunan harga avtur ini diharapkan dapat memberikan dampak positif pada pengurangan harga tiket pesawat, yang selama ini menjadi keluhan masyarakat.

Dengan harga avtur yang lebih murah, maskapai penerbangan diharapkan dapat menetapkan tarif yang lebih kompetitif. "Kami berharap inisiatif ini dapat memberi dampak positif untuk stabilitas harga tiket penerbangan domestik serta mendukung maskapai nasional menyediakan layanan yang kompetitif untuk masyarakat," kata Fadjar. 

Berikut adalah daftar 37 bandara yang terkena dampak penurunan harga avtur:


Kertajati - Majalengka, Jawa Barat;
Sultan Iskandar Muda - Banda Aceh, Aceh;
Adisutjipto - Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta;
Supadio - Pontianak, Kalimantan Barat;
Kualanamu - Deli Serdang, Sumatera Utara;
Frans Kaisiepo - Biak, Papua;
Jenderal Besar Soedirman - Purbalingga, Jawa Tengah.
Minangkabau - Padang, Sumatera Barat;
Sultan Syarif Kasim II - Pekanbaru, Riau;
H.A.S. Hanandjoeddin - Bangka Belitung, Kepulauan Bangka Belitung;
Lombok - Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat;
Juanda - Sidoarjo, Jawa Timur;
Sam Ratulangi - Manado, Sulawesi Utara;
Depati Amir - Pangkal Pinang, Kepulauan Bangka Belitung;
Hang Nadim - Batam, Kepulauan Riau;
Adisumarmo - Solo (Surakarta), Jawa Tengah;
Fatmawati Soekarno - Bengkulu, Bengkulu;
Pattimura - Ambon, Maluku;
Raja Sisingamangaraja XII - Siborong-Borong, Sumatera Utara;
Banyuwangi - Banyuwangi, Jawa Timur;
Radin Inten II - Bandar Lampung, Lampung;
Syamsudin Noor - Banjarbaru, Kalimantan Selatan;
Raja Haji Fisabilillah - Tanjung Pinang, Kepulauan Riau;
Sultan Mahmud Badaruddin II - Palembang, Sumatera Selatan;
Ngurah Rai - Denpasar, Bali;
Tjilik Riwut - Palangkaraya, Kalimantan Tengah;
Dhoho - Kediri, Jawa Timur;
Sultan Thaha - Jambi, Jambi;
El Tari - Kupang, Nusa Tenggara Timur;
Achmad Yani - Semarang, Jawa Tengah;
Halim Perdanakusuma - Jakarta Timur, Jakarta;
Sentani - Jayapura, Papua;
Yogyakarta International - Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta;
Soekarno-Hatta - Tangerang, Banten;
Sultan Hasanuddin - Makassar, Sulawesi Selatan;
Husein Sastranegara - Bandung, Jawa Barat; dan
Sepinggan - Balikpapan, Kalimantan Timur;


Kebijakan ini akan berlangsung dari 18 Maret hingga 15 April 2025. Pertamina akan terus memantau kondisi pasar dan volatilitas harga minyak dunia untuk memastikan keberlanjutan kebijakan ini. ***

Editor : Indra Zakaria