Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Berakhirnya Diskon Listrik Jadi Pemicu Utama Inflasi Kaltim di Maret 2025, Ini Penjelasan BI

Redaksi • Rabu, 16 April 2025 - 14:15 WIB
Ilustrasi penggunaan listrik.
Ilustrasi penggunaan listrik.

Tekanan Inflasi di Kaltim pada Maret lalu tercatat mengalami kenaikan dibandingkan dengan periode sebelumnya. Namun Bank Indonesia (BI) menyebut bahwa kenaikkan inflasi Kaltim masih di dalam koridor target nasional.

Hal ini dilihat dari Indeks Harga Konsumen (IHK) Kaltim pada periode Maret 2025 tercatat mengalami inflasi sebesar 2,02 persen (mtm), atau mengalami inflasi tahunan dan tahun kalender masing-masing sebesar 1,36 persen (yoy) dan 0,75 persen (ytd).  Kepala Perwakilan Bank Indonesia Kaltim, Budi Widihartanto mengatakan, kondisi inflasi IHK Kaltim pada periode ini meningkat seiring berakhirnya diskon 50 persen untuk tarif listrik bagi pelanggan rumah tangga dengan daya hingga 2.200 VA yang berlaku pada bulan Januari - Februari.

Selain itu, inflasi juga didorong oleh kelompok makanan, minuman, dan tembakau karena permintaan pada HBKN Ramadan dan Idulfitri 2025. “Hal ini mencerminkan kondisi ekonomi yang tetap stabil dan terkendali di tengah dinamika global,” ucapnya.


Selain itu Budi menjelaskan bahwa Inflasi Kaltim periode Maret 2025 utamanya disumbangkan oleh kelompok perumahan, listrik, air, dan bahan bakar rumah tangga dengan andil inflasi sebesar 1,32 persen (mtm).

“Inflasi pada kelompok ini utamanya disebabkan oleh kenaikan tarif listrik akibat berakhirnya kebijakan diskon tarif listrik. Selain itu, peningkatan harga pada kelompok makanan, minuman, dan tembakau turut menjadi penyumbang inflasi dengan andil inflasi sebesar 0,64 persen (mtm),” jelasnya.

Pada momen HBKN Ramadan dan Idulfitri 2025. Peningkatan permintaan mendorong kenaikan harga sejumlah komoditas pangan di antaranya, cabai rawit, ikan layang, udang basah, dan bawang merah.

Upaya pengendalian inflasi melalui Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP) terus dilakukan untuk menjaga stabilitas inflasi di Kaltim oleh TPID se-Kaltim. Guna memastikan ketersediaan pasokan terus melakukan produksi pertanian dan peningkatan kesejahteraan petani melalui berbagai program antara lain: mekanisasi pertanian, bantuan pupuk, bantuan sarana dan prasarana tani kepada kelompok tani di wilayah Kaltim.

Salah satu upaya untuk menjaga keterjangkauan harga selama Ramadhan adalah melalui Gerakan Pangan Murah (GPM) nasional yang dilaksanakan secara serentak di kantor pos kabupaten/kota se-Indonesia pada 1 – 29 Maret lalu.

Selain itu, GPM pada bulan maret tercatat kurang lebih dilakukan pada 150 titik lokasi di seluruh kabupaten/kota Kaltim. Untuk mendukung kelancaran distribusi telah dilakukan upaya untuk mendukung fasilitasi distribusi pangan kepada Poktan dan KWT pada kegiatan GPM dengan komoditas pangan mencakup aneka cabai dan sayur mayur. (mrf/nha)

Editor : Indra Zakaria