TENGGARONG, PROKAL.CO – Desa Loa Duri Ilir, Kecamatan Loa Janan, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), berhasil menorehkan prestasi nasional berkat inovasi pengelolaan dana desa. Program budidaya ayam petelur omega yang dijalankan desa ini membawa mereka masuk tiga besar lomba inovasi dana desa tingkat nasional.
Kepala Desa Loa Duri Ilir, Fahri Arsyad, menyebut langkah ini berbeda dari kebanyakan desa yang umumnya fokus pada pertanian atau peternakan konvensional. “Alhamdulillah, inovasi telur omega ini berhasil mengharumkan nama desa kami sekaligus mewakili Kalimantan Timur,” ucapnya.
Menurut Fahri, program ini tidak sekadar beternak ayam petelur. Desa membangun sistem produksi terintegrasi, mulai dari penyediaan pakan hingga pemanfaatan limbah pertanian. Sekitar 40 persen pakan ayam diproduksi sendiri dari jagung hasil kerja sama dengan petani desa. Sisa batang jagung pun dimanfaatkan menjadi silase untuk pakan kambing.
“Dengan begitu, selain produksi telur omega, ada juga pengembangan peternakan kambing yang berjalan bersamaan,” jelasnya.
Produk telur omega dari Loa Duri Ilir kini dipasarkan hingga ke luar daerah, termasuk ke beberapa supermarket di Samarinda. Permintaan terus meningkat seiring kesadaran masyarakat akan pangan sehat.
Program yang baru berjalan setahun ini dikelola oleh BUMDes dengan melibatkan warga. Sejumlah masyarakat bahkan difasilitasi dengan bantuan ayam dan kandang agar bisa ikut beternak.
“Masyarakat tidak hanya terbantu secara ekonomi, tapi juga bisa memenuhi kebutuhan gizi keluarga,” tambah Fahri.
Saat ini terdapat sekitar 1.500 ekor ayam petelur yang menghasilkan pendapatan kotor Rp15–19 juta per minggu. Jumlah itu akan bertambah dengan adanya bantuan 1.000 ekor ayam dari Pemkab Kukar.
“Untuk kambing memang belum ada hasil karena masih tahap pemeliharaan. Tapi kami optimistis dua sektor ini bisa menopang ketahanan pangan desa secara berkelanjutan,” pungkas Fahri. (adv/moe)
Editor : Indra Zakaria