Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional

Indeks Bisnis UMKM BRI Q3-2025 Tunjukkan Tren Ekspansi, Optimisme Pelaku Usaha Menguat Jelang Akhir Tahun

Rahman Hakim • 2025-12-02 18:03:17
Photo
Photo

Jakarta – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI kembali merilis laporan Indeks Bisnis UMKM BRI untuk kuartal III 2025, lengkap dengan proyeksi bisnis pada kuartal berikutnya.

Temuan survei menunjukkan bahwa sektor UMKM masih berada dalam fase ekspansi yang solid dengan skor indeks 101,9, menandakan aktivitas usaha yang terus meningkat.

Pada saat yang sama, kepercayaan pelaku usaha turut menguat, tercermin dari Indeks Ekspektasi Bisnis yang naik ke level 120,7, dibandingkan 116,5 pada kuartal sebelumnya.

Direktur Micro BRI Akhmad Purwakajaya menjelaskan bahwa keberlanjutan ekspansi tersebut dipengaruhi oleh sejumlah faktor pendukung.

Stabilnya harga bahan baku serta pasokan yang mudah diperoleh membantu meningkatkan produktivitas, terutama pada sektor pertanian. Kondisi cuaca yang kondusif juga turut meningkatkan hasil tangkapan nelayan dan produksi komoditas pangan.

Selain itu, kenaikan harga jual komoditas pertanian, peternakan, dan perikanan berdampak langsung pada membaiknya omzet pelaku UMKM di sektor tersebut. Dorongan lain muncul dari meningkatnya aktivitas proyek pemerintah dan swasta menjelang akhir tahun, yang memperkuat permintaan pada sektor konstruksi.

Normalisasi aktivitas masyarakat setelah masa Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) dan libur sekolah semakin memulihkan laju bisnis UMKM, terutama yang beroperasi di area perkantoran dan lingkungan sekolah. Kombinasi faktor-faktor tersebut menjadi pendorong kuat meningkatnya optimisme pelaku usaha memasuki Q4-2025.

Ekspektasi Pelaku Usaha Menguat, Namun Tantangan Rentabilitas Masih Ada

Meski prospeknya positif, survei BRI menyebutkan bahwa rentabilitas usaha UMKM pada Q3-2025 mengalami tekanan. Penurunan omzet, kenaikan harga input di sektor industri pengolahan, serta tingginya harga barang dagangan pada sektor perdagangan berakibat pada menurunnya volume penjualan.

Kondisi ini memengaruhi margin keuntungan dan berpotensi berdampak pada kemampuan pembayaran kredit pelaku UMKM.

Namun, pelaku UMKM tetap melakukan ekspansi, tercermin dari peningkatan aktivitas investasi. Menurut Akhmad, optimisme UMKM pada Q4-2025 dipicu oleh potensi lonjakan permintaan saat momentum Natal dan Tahun Baru (Nataru), percepatan realisasi belanja pemerintah, dan stabilnya prospek ekonomi nasional.

Sektor Konstruksi Pimpin Ekspansi, Disusul Pertanian dan Pertambangan

Dari sisi sektoral, Indeks Bisnis UMKM BRI menunjukkan bahwa sebagian besar sektor masih berada pada zona ekspansif—meski terdapat perlambatan pada beberapa sektor.

Sementara itu, sektor perdagangan, hotel dan restoran, industri pengolahan, serta pengangkutan mengalami perlambatan atau kontraksi.

Faktor penyebabnya antara lain normalisasi permintaan pasca-HBKN, kenaikan harga bahan baku, daya beli masyarakat yang tertekan, dan kompetisi usaha yang semakin ketat. Meski demikian, sektor jasa tetap mencatatkan ekspansi karena aktivitas pekerja dan pelajar yang kembali normal.

Sentimen Pebisnis UMKM Meningkat, Kepercayaan pada Pemerintah Tetap Tinggi

Pada Q3-2025, Indeks Sentimen UMKM berada di angka 111,9, mencerminkan penilaian positif pelaku usaha terhadap kondisi bisnis mereka.

Ekspektasi terhadap Q4-2025 pun menguat dengan skor mencapai 134,8, didorong oleh optimisme terhadap prospek sektor usaha, peluang kenaikan omzet, serta keyakinan terhadap stabilitas perekonomian nasional.

Dalam laporan yang sama, Indeks Kepuasan Pelaku Usaha (IKP) terhadap pemerintah tetap berada pada posisi tinggi, yaitu 121,1. Hal ini menunjukkan bahwa UMKM menilai pemerintah telah menjalankan tugas dengan baik dalam mendukung iklim usaha dan perekonomian.

Metodologi Survei BRI Research Institute

Survei ini disusun oleh BRI Research Institute dan dilaksanakan pada 21 September–4 Oktober 2025. Survei melibatkan 7.064 responden pelaku UMKM BRI dari 33 provinsi dengan metode stratified systematic random sampling. Metode tersebut memastikan representasi yang seimbang dari beragam sektor usaha dan skala UMKM di seluruh Indonesia.

Secara umum, nilai indeks di atas 100 menggambarkan persepsi positif yang menguat, sedangkan nilai di bawah 100 menunjukkan persepsi negatif lebih dominan.

Dengan temuan ini, BRI menegaskan komitmennya dalam memberikan dukungan berbasis riset terhadap UMKM, sekaligus memperkuat perannya sebagai bank yang memprioritaskan pengembangan ekonomi kerakyatan.

Editor : Rahman Hakim
#BRI Research Institute #bri #bbri #Indeks Bisnis UMKM #kinerja UMKM