Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional

Dari Kas Masjid hingga Jadi Raksasa Finansial, Inilah Perjalanan 130 Tahun BRI Sebagai Bank Rakyat

Rahman Hakim • 2025-12-04 18:23:22
Photo
Photo

PROKAL.CO, Memasuki usia ke-130 pada 16 Desember 2025, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) kembali menegaskan jati dirinya sebagai bank yang lahir dari semangat membantu rakyat.

Cikal bakal BRI bermula dari Purwokerto pada 1895, ketika Raden Aria Wirjaatmadja, seorang Patih Jawa, mendirikan lembaga bernama Hulp en Spaarbank der Inlandsche Bestuurs Ambtenaren, atau Bank Pertolongan dan Tabungan bagi Priyayi Pribumi.

Sebelum mendirikan lembaga resmi, Raden Aria sudah kerap memberikan bantuan pribadi kepada masyarakat. Namun tingginya kebutuhan membuat dana pribadinya tidak lagi memadai.

Ia kemudian berdiskusi dengan para tokoh kepercayaan Atma Sapradja, Atma Soebrata, dan Djaja Soemitra untuk mencari solusi pendanaan tambahan.

Dari pertemuan itu muncul gagasan memanfaatkan kas Masjid Purwokerto, sebuah ide yang kemudian mendapat dukungan penuh dari Penghulu Masjid, Kiai Mohammad Redja Soepena, serta persetujuan Asisten Residen E. Sieburgh.

Pemerintah kolonial sempat menghentikan inisiatif ini karena aturan penggunaan dana masjid, tetapi hal tersebut tidak menghentikan aktivitas utang-piutang yang sudah berjalan. Debitur tetap mengembalikan pinjaman tepat waktu, memperlihatkan tingkat kepercayaan masyarakat yang sangat tinggi.

Keberhasilan tersebut mengundang perhatian para priyayi Eropa penganut politik etis yang kemudian mendukung pendirian lembaga kredit rakyat secara resmi.

Investor pun mulai masuk, sehingga De Poerwokertosche Hulp en Spaarbank der Inlandsche Bestuurs Ambtenaren berkembang sebagai institusi keuangan prospektif bagi pribumi.

Perjalanan Panjang dari Volksbank hingga Menjadi BRI

Selama lebih dari satu abad, lembaga ini mengalami sejumlah perubahan nama dan struktur:

Setelah Indonesia merdeka, peran BRI semakin menjadi fondasi sistem perbankan nasional. Pada 1968, melalui Undang-Undang No. 21, BRI ditetapkan sebagai bank umum yang menjalankan fungsi strategis sebagai penggerak pembangunan ekonomi rakyat.

Corporate Secretary BRI, Dhanny, menyampaikan bahwa perjalanan panjang ini menjadi cerminan kuatnya peran BRI sebagai institusi keuangan terbesar di Indonesia yang tetap konsisten menjaga misi awal: menghadirkan layanan keuangan yang inklusif hingga pelosok negeri.

“BRI adalah bank dengan sejarah lebih dari satu abad yang terus memperluas inklusi keuangan. Dengan jaringan layanan terbesar dan basis nasabah yang luas, kami memastikan akses keuangan dapat dirasakan seluruh rakyat Indonesia,” ujarnya.

BRI Hari Ini: Raksasa Keuangan dengan Fondasi UMKM dan Ekonomi Kerakyatan

Hingga 2025, BRI telah tumbuh menjadi salah satu bank terbesar di Asia Tenggara, khususnya dalam pembiayaan sektor usaha mikro dan kecil. Melalui Holding Ultra Mikro yang terdiri dari BRI, Pegadaian, dan PNM, BRI menjangkau 34,5 juta debitur aktif serta mengelola 185 juta rekening simpanan mikro.

Ekosistem layanan BRI kini menembus hingga pelosok negeri melalui:

Dengan lebih dari 160 juta nasabah, BRI menjadi mitra pemerintah dalam sejumlah program strategis, mulai dari penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) terbesar di Indonesia, dukungan terhadap Program Makan Bergizi Gratis (MBG), hingga penguatan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) melalui jaringan AgenBRILink.

Dalam sektor perumahan rakyat, BRI telah menyalurkan FLPP untuk lebih dari 25 ribu rumah, mendukung target Program 3 Juta Rumah pemerintah.

Selama 130 tahun perjalanannya, BRI membuktikan bahwa keberadaannya lahir dari semangat membantu rakyat dan bertumbuh menjadi institusi keuangan nasional yang kokoh, modern, inklusif, dan tetap berakar pada nilai pemberdayaan.

Editor : Rahman Hakim
#bri #bbri #inklusi keuangan #HUT Ke 130 #program pemerintah