Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Efek Domino Konflik Timur Tengah: Langit Balikpapan Memanas, Harga Tiket Pesawat Mulai "Terbang" Tinggi

Redaksi Prokal • Senin, 13 April 2026 - 10:44 WIB
Kesibukan di bandara SAMS Sepinggan, Balikpapan.
Kesibukan di bandara SAMS Sepinggan, Balikpapan.

PROKAL.CO- Ketegangan geopolitik yang kembali membara di Timur Tengah ternyata memberikan dampak nyata hingga ke Kota Beriman. Warga Balikpapan kini harus merogoh kocek lebih dalam akibat lonjakan harga tiket pesawat yang dipicu oleh kenaikan harga minyak mentah dunia. Fenomena ini bukan sekadar isu global, melainkan ancaman langsung bagi mobilitas masyarakat di daerah.

Kepala Otoritas Bandar Udara (Otban) Wilayah VII Balikpapan, Ferdinan Nurdin, mengungkapkan bahwa meroketnya harga avtur menjadi "biang kerok" utama di balik penyesuaian tarif penerbangan ini. Sebagai komponen biaya operasional terbesar bagi maskapai, kenaikan harga energi secara otomatis memaksa perusahaan penerbangan untuk menaikkan harga jual tiket guna menjaga keberlangsungan operasional mereka.

"Ini adalah fenomena global. Kenaikan harga energi internasional otomatis meningkatkan biaya operasional maskapai, yang pada akhirnya memengaruhi tarif penerbangan yang dibebankan kepada penumpang," ujar Ferdinan. Ia menjelaskan bahwa industri penerbangan memang sangat sensitif terhadap dinamika politik luar negeri, terutama jika berkaitan dengan wilayah penghasil energi seperti Timur Tengah.

Secara teknis, kenaikan tarif diprediksi berada di kisaran 9 hingga 13 persen. Namun, kenyataan di lapangan bisa jauh lebih menyakitkan bagi kantong penumpang. Tingginya permintaan tiket pada periode arus balik Lebaran membuat ketersediaan kursi semakin langka, sehingga hukum pasar pun berlaku: harga melonjak drastis melampaui rata-rata normal.

Meski situasi ini cukup berat, pemerintah Indonesia tidak tinggal diam. Sejumlah langkah strategis mulai diambil untuk meredam hantaman harga, seperti penyesuaian fuel surcharge (FS) dan pemberian berbagai insentif pajak bagi maskapai. Langkah-langkah ini diharapkan mampu menjadi "bantalan" agar kenaikan harga tiket tidak semakin liar dan tetap bisa dijangkau oleh masyarakat yang membutuhkan akses transportasi udara. (*)

Editor : Indra Zakaria
#SAMS Sepinggan Balikpapan