Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Pangkas Biaya Logistik: Ekspor Hasil Laut Kaltim Kini Bisa Lewat Penerbangan Langsung ke China dan Malaysia

Redaksi Prokal • Selasa, 7 Juli 2026 | 11:15 WIB
Udang windu, salah satu komoditas perikanan andalan Kaltim.
Udang windu, salah satu komoditas perikanan andalan Kaltim.

 
PROKAL.CO- Hambatan logistik yang selama ini membayangi para pelaku usaha perikanan di Kalimantan Timur akhirnya mulai menemui jalan keluar yang cerah. Melalui skema penerbangan langsung (direct flight) dari Bandara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan Balikpapan, komoditas unggulan hasil laut Bumi Etam kini dapat dikirim langsung menuju negara tujuan seperti China dan Malaysia tanpa perlu lagi melalui proses transit domestik yang panjang.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kaltim, Irhan Hukmaidy, menjelaskan bahwa kehadiran skema penerbangan langsung ini diharapkan mampu memangkas waktu pengiriman secara signifikan sekaligus menekan ongkos biaya logistik. Dengan terpangkasnya rantai distribusi tersebut, daya saing produk perikanan asal Kaltim diyakini akan semakin meningkat tajam dan mampu bersaing ketat di pasar internasional.

Kendati jalur perdagangan internasional ini sudah terbuka lebar, Irhan menegaskan bahwa fasilitas ekspor langsung tersebut hanya dapat dinikmati oleh perusahaan-perusahaan yang telah memenuhi persyaratan mutu serta keamanan pangan yang ketat sesuai regulasi negara tujuan.

"Skema ekspor langsung ini murni kerja sama bisnis (business to business/B2B) antara eksportir dan importir. Peran kami dari dinas adalah memastikan tidak ada produk yang tidak memenuhi standar mutu maupun keamanan pangan lolos ke pasar ekspor," ujar Irhan secara tegas.

Bagi komoditas hasil laut yang sifatnya mudah rusak, kecepatan distribusi ini menjadi kunci utama. Pengiriman yang lebih singkat akan sangat membantu menjaga kesegaran produk, sehingga kualitasnya tetap terjaga optimal hingga ke tangan konsumen di luar negeri dan otomatis mendongkrak nilai jualnya.

Udang Windu Jadi Primadona Ekspor

Saat ini, geliat aktivitas ekonomi di jalur penerbangan langsung tersebut tercatat telah menyentuh volume ekspor hingga mencapai sekitar 56 ton per bulan. Dari total volume tersebut, komoditas udang windu masih kokoh bertahan sebagai primadona utama dengan nilai ekspor fantastis yang diperkirakan menembus angka Rp 173 miliar.

Tantangan besar berikutnya bagi pemerintah daerah dan para pemangku kepentingan adalah bagaimana menjaga konsistensi serta keberlanjutan dari layanan direct flight ini. Pasalnya, armada penerbangan langsung tersebut saat ini baru beroperasi sebanyak dua kali dalam sepekan. Menurut pihak DKP, kestabilan serta peningkatan frekuensi terbang ke depan sangat krusial demi menjaga kelancaran rantai pasok global.

Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur menaruh harapan besar agar kemudahan dari sisi logistik udara ini tidak hanya menguntungkan korporasi atau perusahaan eksportir skala besar saja. Efek domino dari terbukanya akses pasar internasional ini diharapkan dapat mengalir langsung hingga ke tingkat nelayan tradisional serta para pelaku usaha mikro perikanan di daerah.

Dengan pintu pasar global yang kini terbuka lebar di depan mata, produktivitas sektor kelautan di Kaltim diharapkan dapat berakselerasi lebih cepat, mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, dan pada akhirnya mampu menaikkan taraf kesejahteraan hidup masyarakat pesisir.

Editor : Indra Zakaria
#kaltim