SAMARINDA – DPC Himpunan Wiraswasta Minyak dan Gas (Hiswana Migas) Samarinda resmi memiliki nahkoda baru untuk periode 2026–2030. Dalam Musyawarah Cabang (Muscab) IX yang digelar di Crystal Ballroom Hotel Mercure Samarinda, Senin (27/7).
Forum menetapkan Kartika Rachmawati dengan 70 suara sebagai Ketua DPC Hiswana Migas Samarinda setelah melalui mekanisme pemungutan suara secara elektronik (e-voting).
Hadir dalam acara tersebut, Staf Ahli Gubernur Kaltim Bidang Reformasi Dan birokrasi Keuangan daerah Ir Siti Farisyah Yana, Executive General Manager Regional Kalimantan PT Pertamina Patra Niaga Isfahani, Ketua DPD VI Hiswana Migas Kalimantan Rusmadi Abdullah. Hadir juga Dewan Pertimbangan DPC Hiswana Migas Samarinda Dr H Achmad Sopiyan, Dewan Pertimbangan DPD VI Hiswana Regional Kalimantan, Drs Addy Chairuddin, Dewan Pertimbangan DPD VI Hiswana Migas Kalimantan M Amien Santang dan Head BRI RO Banjarmasin Fajar Sidik.
Ketua terpilih DPC Hiswana Samarinda, Kartika Rachmawati mengungkapkanDengan perolehan 70 suara atau sekitar 58,8 persen dari total peserta, Kartika Rachmawati tampil unggul melampaui dua kandidat lainnya, yakni M Nasir Hadi Badjeber dengan 31 suara dan Windi Novrianantha memperoleh 18 suara.
"Semoga dengan susunan kepengurusan yang baru ini, DPC Hiswana Migas Samarinda tetap guyub, tetap bisa bersinergi dengan Pertamina Patra Niaga yang di mana kolaborasi ini memang untuk kepentingan Kota Samarinda dari semua sisi, sisi ekonomi, daerah, itu mungkin bisa membuat sebuah perubahan dari Hiswana Migas yang terbaru ini," ungkapnya.
Kegiatan bertemakan "Bergerak maju, inovatif, dan dinamis untuk DPC Hiswana Migas Samarinda bersama PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan" ini dibuka langsung oleh Wakil Walikota Samarinda, H Saefuddin Zuhri. Dikatakan Saefuddin Zuhri, terbentuknya kepengurusan masa bakti 2026 hingga 2030. Diharapkan nantinya mampu memperkuat koordinasi dengan Pemerintah Kota Samarinda maupun Pertamina agar penyaluran energi bersubsidi semakin baik.
"Kami berharap siapa pun yang terpilih dapat terus bersinergi dengan pemerintah daerah sehingga distribusi BBM maupun LPG bersubsidi berjalan semakin baik dan masyarakat memperoleh pelayanan yang optimal," ujarnya. Menurut Saefuddin, antrean kendaraan di sejumlah SPBU masih menjadi pekerjaan rumah bersama. Karena itu, organisasi diharapkan aktif memberikan masukan sekaligus memperkuat pengawasan distribusi di lapangan.
"Harapan kami, ke depan antrean BBM bersubsidi bisa semakin berkurang sehingga masyarakat merasa lebih nyaman," katanya.Sebelumnya, Plt Ketua DPC Hiswana Migas Samarinda M Nasir Hadi Badjeber mengatakan kepengurusan baru akan melanjutkan sinergi dengan pemerintah daerah dalam mengawal distribusi energi di Samarinda.
Ia menjelaskan, Hiswana Migas merupakan ujung tombak penyaluran BBM dan LPG, sedangkan penetapan kuota tetap menjadi kewenangan pemerintah pusat melalui BPH Migas dan Direktorat Jenderal Migas. "Yang menentukan kuota bukan kami maupun Pertamina. Kami bersama pemerintah daerah akan terus memperjuangkan kebutuhan riil masyarakat agar kuota yang diberikan sesuai kondisi di lapangan," jelasnya. Nasir juga memastikan koordinasi dengan pengelola SPBU akan terus diperkuat guna meminimalkan praktik penyalahgunaan BBM bersubsidi yang berpotensi memicu antrean panjang.
Di sisi lain, Ketua Panitia Muscab IX Arif Hidayat mengatakan regenerasi kepengurusan menjadi tujuan utama forum tersebut. Menurutnya, organisasi memerlukan kepemimpinan baru yang mampu menjawab tantangan sektor hilir migas yang semakin dinamis.
"Harapannya kepengurusan baru dapat membawa pembaruan sehingga organisasi semakin cepat merespons berbagai persoalan yang berkaitan dengan distribusi energi," ucap Arif. Muscab IX kali ini juga menjadi yang pertama menggunakan sistem e-voting dalam pemilihan ketua.
Sekretaris DPC Hiswana Migas Samarinda Salza Happy Parawita menyebut sebanyak 119 anggota menggunakan hak pilihnya melalui aplikasi digital. "Pemilihan tahun ini seluruhnya menggunakan sistem digital sehingga prosesnya lebih efektif, transparan, dan efisien," tukasnya.
Selain agenda pemilihan ketua, Muscab IX juga diisi dengan dialog interaktif, sosialisasi aplikasi HaiHiswana, Sidang Pleno I, Sidang Pleno II, hingga pengukuhan pengurus DPC Hiswana Migas Samarinda periode 2026–2030. Hiswana Migas sendiri merupakan organisasi yang menjadi mitra Pertamina dalam penyaluran BBM dan produk energi sejak 3 September 1979. Di Samarinda, organisasi ini menaungi berbagai pelaku usaha sektor hilir migas yang memiliki peran strategis dalam menjaga kelancaran distribusi energi kepada masyarakat. (*)
Editor : Indra ZakariaSumber : prokal.co