Debit Sungai Mahakam Menurun, Pertamina Optimalkan Distribusi BBM ke Mahakam Ulu

Muhamad Yamin • Dipublikasikan Selasa, 11 Agustus 2026 | 15:27 WIB
Pertamina optimalkan penyaluran BBM ke Mahakam Ulu.
Pertamina optimalkan penyaluran BBM ke Mahakam Ulu.

PROKAL.CO, SAMARINDA - Penurunan debit Sungai Mahakam pada musim kemarau mulai memengaruhi mobilisasi bahan bakar minyak ke sejumlah wilayah di Kabupaten Mahakam Ulu, Kalimantan Timur. Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan mengoptimalkan distribusi untuk memastikan kebutuhan BBM masyarakat tetap terpenuhi.

Kondisi tersebut terutama menjadi tantangan untuk wilayah Long Apari. Hingga kini, mobilisasi BBM menuju kawasan tersebut masih mengandalkan jalur sungai karena akses jalan Long Bagun–Long Apari belum tersambung sepenuhnya.

BBM di Mahakam Ulu.
BBM di Mahakam Ulu

Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan Edi Mangun mengatakan, perusahaan terus memantau ketersediaan stok di lembaga penyalur sekaligus menyesuaikan pola distribusi dengan kondisi jalur transportasi.

“Kami memahami kebutuhan masyarakat di Mahakam Ulu dan berupaya memastikan penyaluran BBM tetap berjalan dengan baik,” kata Edi, Selasa (11/8/2026).

Pertamina optimalkan penyaluran BBM ke Mahakam Ulu.
Pertamina optimalkan penyaluran BBM ke Mahakam Ulu.

Menurut dia, pengaturan distribusi dilakukan secara situasional dengan mempertimbangkan stok, kondisi jalur transportasi, serta kebutuhan masyarakat di setiap wilayah. Koordinasi juga dilakukan dengan pemerintah daerah dan pengelola stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU).

Pertamina memastikan ketersediaan BBM di lembaga penyalur di Mahakam Ulu masih ada. Persoalan utama saat ini lebih berkaitan dengan mobilisasi BBM menuju wilayah yang aksesnya masih sangat bergantung pada transportasi sungai.

Penurunan debit Sungai Mahakam membuat pergerakan angkutan menjadi lebih terbatas. Kondisi geografis Mahakam Ulu yang berada di kawasan pedalaman juga membuat biaya dan waktu distribusi menjadi lebih tinggi dibandingkan wilayah yang memiliki akses transportasi darat lebih baik.

Persoalan tersebut menjadi salah satu pembahasan dalam rapat koordinasi yang digelar di Ruang Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Timur, Senin (10/8/2026). 

Pertemuan tersebut melibatkan Pemerintah Provinsi Kaltim, Pemerintah Kabupaten Mahakam Ulu, Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan, Bulog, perangkat daerah terkait, serta perwakilan SPBU di Mahakam Ulu.

Dalam rapat itu, para pihak membahas langkah menjaga kelancaran distribusi BBM dan kebutuhan pokok masyarakat selama musim kemarau.

Pertamina juga meningkatkan pemantauan stok melalui koordinasi dengan titik suplai di Fuel Terminal Samarinda. Penyaluran kemudian disesuaikan dengan kondisi lapangan dan kemampuan jalur transportasi yang tersedia.

“Koordinasi dilakukan secara intensif agar stok yang tersedia dapat disalurkan secara optimal sesuai kondisi jalur dan kebutuhan masyarakat di masing-masing wilayah,” ujar Edi.

Selain pemerintah daerah dan pengelola SPBU, Pertamina berkoordinasi dengan pemangku kepentingan lain untuk memperlancar mobilisasi BBM dari titik penampungan menuju wilayah yang membutuhkan.

Pengaturan distribusi terutama memperhatikan faktor keselamatan. Hal itu penting mengingat sebagian wilayah Mahakam Ulu masih bergantung pada angkutan sungai sebagai jalur utama distribusi.

Pertamina mengimbau masyarakat menggunakan BBM secara bijak dan membeli sesuai kebutuhan. Penggunaan sesuai peruntukan dinilai penting untuk menjaga ketersediaan BBM, terutama di wilayah yang menghadapi tantangan distribusi seperti Mahakam Ulu.

Monitoring stok dan kondisi jalur distribusi akan dilakukan secara berkala. Pertamina menyatakan akan terus berkoordinasi dengan pemerintah dan seluruh pihak terkait untuk menjaga agar kebutuhan BBM masyarakat di Mahakam Ulu tetap terlayani selama kondisi kemarau berlangsung. (*)

Editor : Indra Zakaria
Sumber : prokal.co
Mahakam Ulu