Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Witan Sulaiman, Naik Haji dengan Waktu Tunggu 5 Tahun

Alvin Fahrizal Bayyuni • 2024-05-27 15:10:00
Witan Sulaiman bersama istri menunaikan ibadah Haji 2024. (Kemenag)
Witan Sulaiman bersama istri menunaikan ibadah Haji 2024. (Kemenag)

Prokal.co - Witan Sulaeman mencuri perhatian warganet Indonesia karena harus absen dari pemanggilan Timnas Indonesia di Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia karena melaksanakan Ibadah Haji 2024.

Hal tersebut terasa unik lantaran belum ada cerita seperti ini yang melibatkan pemain sepak bola sebelumnya. 

Menurut laporan dari laman resmi Kementerian Agama (Kemenag), Witan menyatakan bahwa keinginan untuk melaksanakan ibadah Haji di 2024 ini merupakan panggilan dari Allah.

Sebagai seorang Muslim, Witan mengatakan harus siap jika mendapat panggilan tersebut. "Sebagai umat Islam, kita harus selalu siap untuk panggilan itu," kata Witan menegaskan motivasinya untuk berhaji. 

Saat tiba di Asrama Haji Transit Palu bersama istrinya, Witan mengenakan seragam batik haji berwarna ungu dengan motif Sekar Arum Sari, sama seperti jamaah haji reguler lainnya.

Sebagai seorang pesepak bola nasional, Witan merasa beruntung bisa berangkat haji dengan masa tunggu yang relatif singkat yakni lima tahun.

Namun, Witan menjelaskan bahwa keberangkatannya bukan hasil pendaftaran mendadak. Sejak 2019, ia telah mendaftar dan mendapatkan porsi haji.

Berkat program penggabungan mahram yang diselenggarakan oleh Kementerian Agama, ia dan istrinya, Rismahani, yang telah terdaftar sejak 2012 akhirnya dapat berangkat haji tahun ini.

"Karena sudah di atas lima tahun, jadi bisa mengurus penggabungan mahram," jelas Witan saat ditemui di Aula Asrama Haji Transit Palu pada Jumat, 24 Mei 2024.

Dilansir NU Online Jawa barat, program penggabungan mahram adalah fasilitas yang disediakan oleh Kemenag untuk calon jamaah haji yang keberangkatannya terpisah.

Program ini memungkinkan suami dan istri atau orang tua dan anak kandung yang mendaftar pada waktu berbeda untuk berangkat haji bersama, asalkan memenuhi syarat-syarat tertentu.

Witan menjelaskan bagaimana ia memanfaatkan kebijakan penggabungan mahram ini dan mengurus semua persyaratan di Kemenag Kota Palu. Ia menilai pelayanan Kemenag sangat baik, terutama saat mengurus administrasi.

"Pelayanan Kemenag sangat baik sekali. Sejak pendaftaran hingga pelunasan tidak dipersulit, yang penting kita punya berkas-berkas lengkap. Jadi semua aman," ujar Witan sambil tersenyum dan mengacungkan jempol. 

Berbeda dengan 2023, tahun ini Kemenag kembali membuka kebijakan penggabungan mahram dengan tiga syarat utama: memiliki hubungan keluarga yang dibuktikan dengan dokumen resmi, melunasi Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih) tahap pertama, dan memenuhi syarat kesehatan.

Kehadiran Witan di Asrama Haji Transit Palu cukup membuat heboh. Banyak jamaah dan panitia yang meminta berfoto dengannya, dan Witan meladeni mereka dengan santun dan antusias. Witan juga mengajak anak muda untuk berusaha dan bertawakal agar bisa berhaji.

“Kalau ada rezeki, segera daftar haji karena waiting list-nya sangat panjang. Jadi yang penting daftar dulu,” sarannya. Saat ini, daftar tunggu jamaah haji Kota Palu mencapai 21 tahun, sehingga jika mendaftar di 2024, estimasi keberangkatannya pada 2045. 

Witan merasa sangat bersyukur bisa berangkat bersama keluarganya, mengingat ini adalah pertama kalinya ia mengunjungi Tanah Suci bersama istri.

“Alhamdulillah bisa ke Ka’bah bersama istri untuk pertama kali. Kalau dulu hanya bercanda, ayo nanti ke Ka’bah. Ini akhirnya bisa langsung haji,” ungkapnya dengan gembira.

Dengan berhaji, Witan berharap bisa menjadi pribadi yang lebih baik dan mendoakan kesehatan serta kebaikan bagi keluarganya dan Indonesia. 

Sebenarnya, Witan diproyeksikan untuk memperkuat Timnas Indonesia ketika menjalani Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia, oleh Shin Tae-yong. Namun, ia mendoakan yang terbaik untuk rekan-rekannya. (*)

Editor : Indra Zakaria
#witan sulaiman