BALIKPAPAN – Persiba Balikpapan kini tengah memfokuskan seluruh energi untuk menghadapi tantangan berat di putaran ketiga Liga 2 musim 2025/2026. Jadwal yang mengharuskan tim berjuluk Beruang Madu ini melakoni dua laga malam tepat di bulan Ramadan menjadi perhatian serius bagi jajaran kepelatihan demi menjaga konsistensi performa pemain.
Pelatih Persiba Balikpapan, Leonard Tupamahu, mengungkapkan bahwa jeda kompetisi selama dua pekan terakhir menjadi anugerah bagi timnya. Waktu tersebut dimanfaatkan secara maksimal untuk mematangkan kesiapan dari berbagai aspek, mulai dari ketahanan fisik, pematangan taktikal, hingga penguatan mental bertanding.
Selama masa jeda ini, skuat Persiba menjalani program latihan intensif dengan frekuensi tinggi, termasuk penerapan sesi latihan ganda dalam satu hari. Meskipun terkadang terkendala oleh faktor cuaca yang tidak menentu, Leonard memastikan setiap materi latihan tetap terfokus pada peningkatan kebugaran dan pemahaman mendalam terhadap kualitas teknis di lapangan.
Selain aspek fisik, integrasi pemain baru juga menjadi prioritas. Leonard menekankan pentingnya membangun chemistry tim agar para penggawa anyar dapat segera beradaptasi dengan sistem permainan dan memahami peran spesifik mereka. Hal ini dianggap krusial agar gaya bermain Beruang Madu tetap solid saat menghadapi jadwal padat di masa mendatang.
Mengenai wacana pergeseran jadwal latihan ke malam hari sebagai bentuk adaptasi menghadapi atmosfer pertandingan di bulan Ramadan, Leonard menyebut hal itu sangat bergantung pada ketersediaan fasilitas pendukung. Namun, ia tidak merasa khawatir berlebihan terhadap kondisi fisik pemain. Menurutnya, para pemain sudah terbiasa dengan ritme latihan sore yang berlanjut hingga malam, sehingga transisi jadwal bertanding diyakini tidak akan menjadi kendala besar bagi anak asuhnya.
Dengan persiapan yang komprehensif ini, Persiba Balikpapan optimistis mampu meraih hasil maksimal di putaran ketiga. Tim pelatih berharap kerja keras dalam latihan selama dua pekan ini dapat terbayar lunas dengan performa impresif di lapangan, sekalipun harus berlaga di tengah tantangan fisik saat menjalankan ibadah puasa. (*)
Editor : Indra Zakaria