BANDARLAMPUNG – Borneo FC Samarinda terus menunjukkan taringnya dalam perburuan gelar juara Super League 2026. Dalam laga dramatis yang digelar di Stadion Segiri pada Sabtu (7/2) malam, skuad berjuluk Pesut Etam berhasil mencatatkan kemenangan krusial 2-1 atas Bhayangkara FC, sekaligus terus menekan posisi Persib Bandung di puncak klasemen.
Kemenangan ini diraih melalui perjuangan ekstra keras. Pasukan Fabio Lefundes sempat tertinggal lebih dulu di babak pertama lewat gol striker Bhayangkara FC, Privat Mbarga, sesaat sebelum turun minum. Namun, agresivitas tinggi yang ditunjukkan Mariano Peralta dan kawan-kawan di babak kedua berhasil mengubah keadaan.
Pelatih Borneo FC, Fabio Lefundes, mengakui adanya perubahan gaya bermain yang signifikan setelah jeda. "Pertandingan lawan Bhayangkara tidak mudah. Kami sempat bermain kurang maksimal di babak pertama, namun anak-anak bangkit dan kembali ke performa putaran pertama di babak kedua," ujar Lefundes, Minggu (8/2).
Kebangkitan Borneo FC diawali lewat gol tendangan bebas cantik yang dilesakkan Komang Teguh pada menit ke-49, sebelum akhirnya tim tuan rumah mampu membalikkan kedudukan. Meski menang, Lefundes sempat menyoroti kepemimpinan wasit yang dinilainya kurang tegas terhadap permainan keras di lapangan.
Paul Munster Kecewa Berat
Di kubu lawan, pelatih Bhayangkara FC Paul Munster tidak bisa menyembunyikan kekecewaannya. Mantan pelatih Persebaya ini merasa timnya sudah bermain bagus, namun kehilangan konsentrasi di awal babak kedua yang berakibat fatal.
"Saya tidak bisa terima Borneo bisa mencetak dua gol dengan begitu mudah di babak kedua. Terutama gol free kick Komang, itu seharusnya bisa diantisipasi. Ini menjadi bahan evaluasi besar kami," tegas Munster.
Dengan tambahan tiga poin ini, Borneo FC tetap menjaga asa untuk merebut takhta klasemen dari tangan Maung Bandung. Lefundes menekankan pentingnya konsistensi di setiap laga sisa mengingat performa Persib yang juga terus stabil di putaran kedua ini.(*)
Editor : Indra Zakaria