Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Evaluasi Tajam Nova Arianto: Level Timnas U-17 Masih Jauh di Bawah Standar Asia Usai Digilas China

Redaksi Prokal • 2026-02-09 14:10:00
Pelatih tim nasional sepak bola U-16 Indonesia, Nova Arianto dalam konferensi pers jelang pertandingan anak asuhnya melawan Timnas U-16 Australia di Stadion Manahan, Solo, Senin (1/7).
Pelatih tim nasional sepak bola U-16 Indonesia, Nova Arianto dalam konferensi pers jelang pertandingan anak asuhnya melawan Timnas U-16 Australia di Stadion Manahan, Solo, Senin (1/7).

TANGERANG – Pelatih Timnas U-17 Indonesia, Nova Arianto, memberikan tanggapan jujur terkait performa anak asuhnya yang menelan kekalahan telak 0-7 dari China pada laga uji coba perdana di Indomilk Arena, Minggu petang. Tanpa ragu, Nova menyebut penampilan Skuad Garuda Muda masih sangat jauh dari ekspektasi dan rencana yang telah dipersiapkan sebelumnya. Dominasi China yang menghasilkan gol-gol dari Zhao Songyuan, Shuai Weihao, hingga Ailikamu Yilihong menjadi tamparan keras sekaligus cermin realitas bagi kesiapan timnya saat ini.

Meskipun kecewa dengan hasil akhir, Nova mencoba memahami kondisi skuad barunya yang sebagian besar baru mencicipi atmosfer pertandingan internasional. Dari jajaran pemain yang ada, praktis hanya Mierza Firjatullah yang memiliki pengalaman di panggung besar sebagai alumnus Piala Dunia U-17 2025. Nova mengapresiasi perjuangan maksimal yang ditunjukkan para pemain di lapangan, namun ia menekankan bahwa semangat juang saja tidak cukup untuk menutupi celah teknis saat menghadapi tim sekelas China.

Selama ini, kerangka tim ini sebenarnya sudah memiliki kekompakan karena bermain bersama di kompetisi Elite Pro Academy (EPA) U-18 dengan nama Garuda United U-18. Catatan mereka di kompetisi domestik pun sangat impresif dengan memuncaki klasemen dan mencetak 62 gol dari 22 pertandingan. Namun, Nova menegaskan bahwa dominasi di level nasional tidak bisa menjadi tolok ukur kesuksesan di panggung internasional. Perbedaan intensitas dan kualitas permainan antara liga domestik dengan standar Asia disebutnya masih sangat jomplang.

Kesenjangan level ini menjadi dasar bagi Nova untuk mendesak PSSI agar lebih banyak memberikan agenda uji coba internasional bagi timnya. Menurutnya, pengalaman bertanding melawan negara-negara kuat adalah satu-satunya cara untuk membiasakan pemain dengan intensitas tinggi sebelum terjun ke Piala Asia U-17 2026. Ia mengakui bahwa saat ini Indonesia masih berada jauh di bawah level pesaing utama di Asia, namun ia optimis waktu persiapan yang tersisa sekitar satu hingga dua bulan masih cukup untuk melakukan pembenahan.

Menjelang pertemuan kedua melawan China pada Rabu mendatang, Nova memfokuskan evaluasi pada mentalitas dan kemampuan adaptasi pemain terhadap tekanan lawan. Laga uji coba kedua nanti diharapkan menjadi panggung bagi Skuad Garuda Muda untuk menunjukkan progres nyata setelah mendapatkan pelajaran berharga di pertemuan pertama. Fokus utama tim pelatih kini adalah memperkecil jarak kualitas agar Indonesia mampu tampil lebih kompetitif di ajang resmi nantinya. (*)

Editor : Indra Zakaria