PROKAL.CO- Persiba Balikpapan harus pulang dengan kepala tertunduk setelah dipaksa menyerah tiga gol tanpa balas oleh tuan rumah Kendal Tornado FC dalam laga tandang di Stadion Sriwedari, Minggu (12/4/2026) malam. Kekalahan telak ini menjadi sorotan tajam, terutama pada rapuhnya barisan pertahanan tim berjuluk Beruang Madu yang tampak kehilangan arah dan konsistensi sepanjang jalannya pertandingan.
Petaka bagi Persiba dimulai saat Patrick Cruz berhasil memecah kebuntuan bagi tuan rumah menjelang akhir babak pertama. Memasuki babak kedua, performa lini belakang Persiba justru semakin merosot; M. Ragil sukses menggandakan keunggulan pada menit ke-52, sebelum akhirnya Patrick Cruz mencetak brace pada menit ke-71 untuk mengunci kemenangan telak bagi Kendal Tornado FC.
Menanggapi hasil minor ini, asisten pelatih Persiba, Gunawan Dwi Cahyo, tidak bisa menyembunyikan kekecewaannya atas performa anak asuhnya yang dinilai jauh dari ekspektasi. "Kami kecewa karena pemain tidak mampu menjaga konsentrasi hingga akhir laga. Gol-gol yang terjadi sebenarnya bisa diantisipasi jika fokus tetap terjaga," ungkapnya secara blak-blakan. Ia menilai bahwa hilangnya fokus di saat-saat krusial menjadi penyebab utama Beruang Madu menjadi bulan-bulanan lawan.
Selain masalah mentalitas, aspek teknis pertahanan juga menjadi catatan merah dalam evaluasi tim pelatih. Gunawan menyoroti lemahnya antisipasi para pemain terhadap situasi bola mati serta renggangnya jarak antar lini yang memberikan ruang luas bagi pemain lawan untuk mengeksploitasi pertahanan. Kekalahan ini menjadi alarm keras bagi Persiba untuk segera melakukan pembenahan total, khususnya di sektor belakang, demi menjaga martabat tim di laga-laga berikutnya. (*)
Editor : Indra Zakaria