Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Gagal Juara karena Aturan Head-to-Head, Fabio Lefundes Tegaskan Borneo FC Tetap yang Terbaik

Redaksi Prokal • Selasa, 26 Mei 2026 | 06:00 WIB
Fabio Lefundes
Fabio Lefundes

SAMARINDA – Kekecewaan mendalam tengah menyelimuti kubu Borneo FC Samarinda. Sang pelatih, Fabio Lefundes, secara terbuka meluapkan kekesalannya setelah tim berjuluk Pesut Etam tersebut gagal merengkuh trofi Super League musim ini. Yang membuat kubu Samarinda kian jengkel adalah kenyataan bahwa mereka harus merelakan gelar juara ke tangan Persib Bandung hanya karena kalah dalam regulasi head-to-head, meski kedua tim menyudahi kompetisi dengan perolehan poin yang sama persis.

Fabio Lefundes menyayangkan mengapa regulasi kompetisi harus menjegal langkah anak asuhnya di saat mereka tampil luar biasa sepanjang musim. Menurut pelatih berusia 53 tahun tersebut, operator kompetisi menetapkan head-to-head sebagai kriteria utama untuk menentukan siapa yang terbaik jika ada poin yang sama, dan hal itulah yang membuat mimpi mereka buyar.

Padahal jika menilik produktivitas dan agresivitas gol, Borneo FC sejatinya jauh lebih superior ketimbang Maung Bandung. Sepanjang musim ini, Pesut Etam berhasil mencatatkan surplus hingga 43 gol, berbanding terbalik dengan Persib Bandung yang hanya memiliki surplus 37 gol. Namun, aturan tetaplah aturan yang harus dipatuhi, meski terasa sangat pahit bagi kubu Samarinda.

Mantan juru taktik Madura United FC itu menyadari bahwa kondisi tersebut sudah di luar kendali timnya. Ia merasa hal-hal krusial seperti itu sangat tergantung pada siapa yang menyetujui aturan di awal musim, dan sangat disayangkan Borneo FC harus kehilangan gelar juara dengan cara seperti ini.

Meski trofi lepas dari genggaman, Lefundes tetap pasang badan dan memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada anak asuhnya. Bagi pria asal Brasil ini, Borneo FC tetaplah tim terbaik sepanjang musim bergulir karena mereka sukses menjadi tim dengan jumlah kemenangan terbanyak sekaligus memiliki lini serang paling mematikan. Pesut Etam tercatat menjadi tim yang paling haus gol dengan total membobol gawang lawan sebanyak 74 kali.

Di akhir kalimatnya, Fabio Lefundes menunjukkan sikap berjiwa besar dengan memberikan ucapan selamat kepada pelatih Persib Bandung, Bojan Hodak, yang sukses mencetak sejarah baru. Ia mengakui bahwa tidak mudah bagi seorang pelatih untuk bisa meraih juara tiga kali berturut-turut, dan pencapaian luar biasa dari koleganya tersebut patut mendapatkan apresiasi tinggi. (*)

Editor : Indra Zakaria
#fabio lefundes