PROKAL.CO- Langkah berani dan di luar dugaan diambil oleh manajemen Borneo FC Samarinda dalam menyongsong musim kompetisi baru. Di tengah bayang-bayang jadwal padat dari empat kompetisi besar yang akan dihadapi, tim berjuluk Pesut Etam ini justru melakukan perombakan skuad secara masif. Kebijakan cuci gudang ini terbilang mengejutkan karena mendepak sejumlah nama besar yang musim lalu sukses membawa tim merengkuh posisi runner-up di Liga Super.
Gelombang eksodus di kubu Pesut Etam diawali dari kursi kepelatihan dengan perpisahan bersama pelatih kepala Fabio Lefundes, yang turut memboyong dua asistennya, Joao Pedro dan Vinicius Alves. Tak berselang lama, manajemen juga merestui kepergian legiun asing andalan mereka. Mariano Peralta menjadi pemain asing pertama yang angkat kaki dan santer dikabarkan merapat ke Persija Jakarta, disusul oleh gelandang jangkar Kei Hirose yang memilih menyusul Lefundes ke Malut United.
Peremajaan skuad ini terus berlanjut dengan kepastian tidak diperpanjangnya kontrak sejumlah pilar lokal dan asing lainnya. Nama-nama seperti M Sihran, Ahmad Agung, Syahrul Trisna, M Khanafi, Mohammad Anez, Christope Nduwarugira, Ikhsanul Zikrak, Ardi Idrus, hingga kiper muda Daffa Fasya dipastikan tidak lagi berseragam kemeja kebesaran Borneo FC. Manajemen juga melengkapi daftar bersih-bersih ini dengan menyudahi masa bakti tiga pemain asing lainnya, yakni Clayton Santos, Kaio Nunes, dan Koldo Obieta.
Dari sekian banyak nama yang dilepas, kepergian bek muda Alfharezzi Buffon menjadi yang paling menyita perhatian dan mengejutkan publik Samarinda. Pemain muda berbakat tersebut dinilai sebagai aset masa depan klub yang musim lalu sukses mengawal lini pertahanan dan menggantikan peran Fajar Faturrahman dengan sangat baik. Rumor yang beredar menyebutkan bahwa Buffon dan Daffa Fasya kini tengah dibidik oleh tim promosi, Garudayaksa. Sementara itu, Ikhsanul Zikrak dikaitkan dengan Persebaya Surabaya, dan Christope Nduwarugira diisukan bakal bereuni dengan mantan arsitek Borneo FC, Pieter Huistra, di PSS Sleman.
Eksodus besar-besaran ini membuat komposisi pemain asing Borneo FC kini dalam kondisi kritis dan hanya menyisakan dua nama, yaitu Juan Fellipe Villa dan Marcos Astina. Hingga saat ini, manajemen Pesut Etam masih menutup rapat keran informasi mengenai siapa saja sosok suksesor yang akan didatangkan untuk mengisi kekosongan masif tersebut. Publik sepak bola Samarinda kini hanya bisa menunggu racikan strategi transfer baru manajemen demi memastikan tim kesayangan mereka tetap kompetitif di papan atas musim depan.(*)
Editor : Indra Zakaria